Thursday, September 24, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Survei Ungkap Banyak Orang Indonesia Tak Kenali Risiko Pneumonia

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
24 September 2026
in Lifestyle & Health
Survei Ungkap Banyak Orang Indonesia Tak Kenali Risiko Pneumonia

Metapos.id, Jakarta – Sebanyak 41% orang dewasa Indonesia belum pernah mendengar tentang pneumonia pneumokokus berdasarkan survei terbaru YouGov. Sementara itu, 44% responden mengaku pernah mendengar istilah tersebut tetapi belum memahami kondisi yang dimaksud, dan hanya 15% yang mengenal sekaligus memahaminya.

Survei tersebut juga menunjukkan hanya 28% responden yang mengetahui bahwa orang berusia 50 tahun ke atas memiliki risiko lebih tinggi mengalami pneumonia serius. Temuan ini menjadi perhatian karena 55% orang dewasa Indonesia secara rutin merawat orang tua atau anggota keluarga yang lebih tua.

BACA JUGA

Kulit Kusam Bikin Wajah Terlihat Lelah? Ini Cara Mengatasinya

Mengenal Aliran dan Kelompok dalam Sejarah Islam

Pneumonia pneumokokus merupakan infeksi paru yang disebabkan bakteri Streptococcus pneumoniae dan masih kerap disalahartikan sebagai penyakit pernapasan lain. Sebanyak 20% responden bahkan menganggap pneumonia pada dasarnya sama dengan flu, sementara 48% lainnya memilih jawaban netral dalam survei tersebut.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Penyakit Tropik dan Infeksi, dr. Joyce Bratanata, menjelaskan pneumonia dan flu merupakan penyakit berbeda meskipun keduanya dapat menimbulkan gejala seperti batuk dan demam. Ia mengingatkan masyarakat untuk memeriksakan sesak napas atau nyeri dada kepada dokter, sedangkan kesulitan bernapas parah atau kebingungan mendadak membutuhkan penanganan darurat.

Survei juga memperlihatkan masyarakat lebih banyak mengaitkan risiko pneumonia serius dengan penyakit paru yang sudah ada dibandingkan kondisi lain. Sebanyak 42% responden menyebut penderita penyakit paru sebagai kelompok berisiko, sementara hanya 11% menyebut penyakit jantung dan 9% menyebut diabetes.

Menurut dr. Joyce, bertambahnya usia dapat membuat tubuh lebih sulit melawan infeksi, sedangkan penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, dan penyakit paru kronis dapat meningkatkan risiko penyakit pneumokokus. Karena itu, keluarga dinilai perlu memahami kondisi kesehatan orang tua dan berkonsultasi dengan dokter sebelum muncul masalah kesehatan yang lebih serius.

Temuan tersebut disampaikan Pfizer Indonesia saat meluncurkan kampanye edukasi “Lindungi Napasmu Jaga Momen Berarti” di Jakarta pada 24 September 2026. Kampanye ini mengajak masyarakat, terutama orang dewasa yang merawat orang tua atau kerabat lansia, untuk memahami risiko kesehatan dan membicarakannya bersama tenaga kesehatan.

Di sisi lain, sebanyak 77% responden menyatakan kemungkinan besar akan berkonsultasi dengan dokter mengenai upaya melindungi diri dari penyakit pernapasan serius. Namun, hanya 24% yang mengaku pernah melakukan konsultasi tersebut, sehingga kampanye mendorong masyarakat membawa pertanyaan sederhana saat kunjungan dokter, yaitu apakah dirinya atau orang tua berisiko terkena pneumonia.

Kampanye tersebut juga menyoroti persiapan kesehatan bagi masyarakat yang akan menjalani perjalanan haji atau umrah. Di antara responden Muslim, 43% berencana menunaikan haji atau umrah dalam dua tahun ke depan, sementara 57% telah mengantisipasi risiko penyakit pernapasan selama perjalanan.

Bagi keluarga yang memiliki anggota berusia 50 tahun ke atas atau hidup dengan penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, maupun penyakit paru kronis, konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu memahami risiko pribadi. Dokter juga mengingatkan pentingnya mengendalikan penyakit kronis, tidak merokok, menjaga kebersihan tangan, menggunakan masker di kondisi tertentu, serta mendiskusikan imunisasi dewasa sesuai usia dan kondisi kesehatan.

Tags: caregiverkesehatan parulansiaMetaposPfizer Indonesiapneumoniapneumonia pneumokokus
Previous Post

Industri Furnitur Terhubung dalam Satu Platform di Jakarta

Next Post

Kulit Kusam Bikin Wajah Terlihat Lelah? Ini Cara Mengatasinya

Related Posts

Kulit Kusam Bikin Wajah Terlihat Lelah? Ini Cara Mengatasinya
Lifestyle & Health

Kulit Kusam Bikin Wajah Terlihat Lelah? Ini Cara Mengatasinya

24 September 2026
Mengenal Aliran dan Kelompok dalam Sejarah Islam
Lifestyle & Health

Mengenal Aliran dan Kelompok dalam Sejarah Islam

24 September 2026
Anthony Hudson Bidik Gelar FIFA ASEAN Cup 2026
Lifestyle & Health

Museum George Lucas Dibuka, Pamerkan 1.300 Karya

24 September 2026
Patient Zero, Single Baru Taylor Swift Rilis 25 September
Lifestyle & Health

Patient Zero, Single Baru Taylor Swift Rilis 25 September

23 September 2026
Sering Terbawa Emosi? Ini Cara Melatih Regulasi Emosi
Lifestyle & Health

Sering Terbawa Emosi? Ini Cara Melatih Regulasi Emosi

23 September 2026
Lifestyle & Health

Ji Chang Wook Jadi Playboy Joseon di The Scandal

23 September 2026
Next Post
Kulit Kusam Bikin Wajah Terlihat Lelah? Ini Cara Mengatasinya

Kulit Kusam Bikin Wajah Terlihat Lelah? Ini Cara Mengatasinya

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini