Metapos.id, Jakarta – Menengs dan Katabroto mendorong Kota Banjar, Jawa Barat, membangun ekosistem “Kota Afiliat” melalui pemanfaatan affiliate marketing. Inisiatif tersebut diarahkan untuk memperluas pemasaran produk UMKM sekaligus membuka peluang pendapatan bagi masyarakat melalui platform digital.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Workshop Affiliate & Partnership yang digelar Menengs bersama afiliator nasional Katabroto di RM Selma, Kota Banjar, Minggu (26/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai daerah, dengan sekitar 75 persen peserta merupakan warga yang berdomisili di Kota Banjar.
Owner Menengs Fatimah Azzahra mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan penjualan produk Menengs. Menurutnya, workshop juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat memahami pemasaran online dan dapat memanfaatkan ekosistem affiliate untuk memperoleh komisi dari penjualan.
Kolaborasi Menengs, Katabroto, afiliator, HIPMI, dan pemerintah daerah diharapkan dapat membantu memperkenalkan produk lokal Banjar ke pasar yang lebih luas. Ekosistem affiliate juga dinilai dapat dimanfaatkan untuk memasarkan berbagai produk UMKM khas Banjar kepada konsumen di luar daerah hingga pasar nasional.
Mentor dalam kegiatan tersebut, Katabroto atau Hendra Permana Putra, turut membagikan pengalaman membangun penghasilan melalui ekosistem digital. Setelah pernah bekerja di sektor ritel, membangun usaha hingga mengalami kebangkrutan, dan menjadi pengemudi ojek online, Hendra kemudian mengenal dunia content creator serta affiliate marketing.
Hendra mengatakan affiliate marketing dapat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang ingin memulai aktivitas pemasaran digital dengan kebutuhan modal yang relatif lebih rendah. Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan tetap membutuhkan proses, konsistensi, kemampuan membuat konten, serta pemahaman terhadap mekanisme dan aturan platform.
Kepala Bagian Perekonomian, Sumber Daya dan Pembangunan Setda Banjar Neneng Widya Hastuti mengapresiasi inisiatif edukasi affiliate tersebut. Menurutnya, Kota Banjar memiliki potensi UMKM yang dapat dikembangkan melalui kanal pemasaran digital dan produk lokal dapat memperoleh akses pasar yang lebih luas.
Berdasarkan data pemerintah daerah yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, terdapat sekitar 27.000 UMKM di Kota Banjar. Neneng berharap semakin banyak afiliator dan produk Banjar yang dipasarkan melalui affiliate sehingga dapat memberikan multiplier effect terhadap perkembangan UMKM dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Konsep Kota Afiliat yang didorong Menengs dan Katabroto tidak hanya menempatkan affiliate sebagai strategi pemasaran produk. Melalui pelatihan, masyarakat juga diperkenalkan dengan pembuatan konten, pemasaran media sosial, pemilihan produk, dan strategi promosi digital.
Menengs berharap ekosistem tersebut dapat membantu produk-produk khas Banjar menjangkau konsumen di berbagai wilayah Indonesia. Dengan dukungan pelaku usaha, afiliator, komunitas, HIPMI, dan pemerintah daerah, gagasan Kota Afiliat diharapkan berkembang menjadi ekosistem ekonomi digital yang membuka peluang bagi UMKM dan masyarakat.







