Monday, September 21, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Converse Minta Maaf Usai Iklan Tuai Kontroversi

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
21 September 2026
in Lifestyle & Health
Converse meminta maaf dan menghapus iklan sepatu yang menuai kecaman karena dinilai sejumlah pengguna media sosial memiliki simbol rasial.

Converse meminta maaf dan menghapus iklan sepatu yang menuai kecaman karena dinilai sejumlah pengguna media sosial memiliki simbol rasial.

Metapos.id, Jakarta – Converse menyampaikan permintaan maaf setelah iklan sepatu terbarunya menuai kecaman di media sosial.

Kontroversi muncul setelah sejumlah pengguna menilai visual dalam kampanye tersebut memiliki kemiripan dengan simbol-simbol yang berkaitan dengan sejarah kekerasan rasial.

BACA JUGA

Spring of the Blade, Kisah Cinta di Balik Misteri Dinasti Song

Resep Soft Cookies 3 Rasa yang Lembut dan Lumer

Dalam salah satu materi iklan, Karina dari girl group Aespa tampil mempromosikan Converse Chuck 70 X dan Run Star Crush. Ia terlihat berdiri di bawah sorotan lampu berbentuk bintang sambil memegang sepasang sepatu kets hitam.

Sejumlah pengguna media sosial menilai bentuk sorotan tersebut menyerupai tudung Ku Klux Klan, sementara posisi sepatu yang dipegang Karina disebut menyerupai gambaran hukuman gantung.

“Tidak, kamu tidak gila. Ya, iklan Converse itu rasis,” tulis seorang pengguna di X, dikutip dari berbagai sumber, Senin (21/9/2026).

Pengguna lain juga menyoroti elemen visual dalam iklan tersebut dan mengaitkannya dengan simbol Ku Klux Klan serta hukuman gantung.

Kontroversi kemudian meluas setelah gambar lain dari kampanye Converse beredar. Dalam visual tersebut, dua model terlihat menaiki tangga kayu untuk mengambil sepasang sepatu yang tampak tergantung di dahan pohon.

Visual tersebut dikaitkan dengan kampanye Converse x Palmes untuk koleksi Jack Purcell PDM yang dibagikan melalui akun Instagram Converse Malaysia.

Setelah mendapat berbagai kecaman, Converse menyampaikan permintaan maaf dan mengatakan telah menghapus materi iklan tersebut dari saluran mereka.

“Kami minta maaf,” kata Converse dalam sebuah pernyataan kepada PEOPLE. “Kami memahami mengapa gambar ini sangat mengganggu dan mengakui bahwa kami telah melakukan kesalahan.”

“Kami telah menghapusnya dari saluran kami dan sedang berupaya menghapusnya di mana pun ia muncul,” lanjut pernyataan itu. “Hal ini seharusnya tidak terjadi dan kami akan berupaya lebih baik.”

Kontroversi tersebut juga memicu aksi sejumlah pengguna media sosial yang mengunggah video pembakaran sepatu Converse mereka sebagai bentuk protes.

Sementara itu, Anggota Kongres Louisiana Troy Carter turut mengecam materi kampanye tersebut. Ia menilai visual yang dikaitkan dengan sejarah kekerasan terhadap warga kulit hitam tidak semestinya digunakan dalam pemasaran.

“Saya seorang pria kulit hitam, putra dari Selatan dan Anggota Kongres dari Louisiana. Di tempat asal saya, citra orang kulit hitam yang digantung di pohon bukanlah sejarah kuno,” tulis Carter dalam siaran pers.

“Rasa sakit itu masih hidup di keluarga dan komunitas kami. Jubah putih itu bukanlah kostum yang tidak berbahaya. Itu adalah simbol teror, pembunuhan, dan kekerasan rasial selama beberapa generasi,” ungkapnya.

Carter juga meminta Nike dan Converse bertanggung jawab atas kampanye tersebut serta menegaskan bahwa sejarah penderitaan warga kulit hitam tidak semestinya dijadikan bagian dari konsep pemasaran.

“Hukuman mati tanpa pengadilan bukanlah konsep kreatif. Ku Klux Klan bukanlah sebuah estetika,” tambah Carter.

Tags: ConverseHeadlineiklan Converseiklan kontroversialKarina aespaKu Klux KlanMetapos.id
Previous Post

Ed Sheeran Menangis Bahas Gaza

Next Post

Api Kembali Membakar Kawasan TN Way Kambas

Related Posts

Spring of the Blade, Kisah Cinta di Balik Misteri Dinasti Song
Lifestyle & Health

Spring of the Blade, Kisah Cinta di Balik Misteri Dinasti Song

20 September 2026
Resep Soft Cookies 3 Rasa yang Lembut dan Lumer
Lifestyle & Health

Resep Soft Cookies 3 Rasa yang Lembut dan Lumer

20 September 2026
World Cleanup Day 2026 Tekankan Pentingnya Pilah Sampah dari Rumah
Lifestyle & Health

World Cleanup Day 2026 Tekankan Pentingnya Pilah Sampah dari Rumah

20 September 2026
Indonesia Punya 2 Hotel di Daftar 50 Terbaik Dunia
Lifestyle & Health

Indonesia Punya 2 Hotel di Daftar 50 Terbaik Dunia

20 September 2026
Wisata Bromo Dibuka Lagi Hari Ini, Simak Aturan Terbarunya
Lifestyle & Health

Wisata Bromo Dibuka Lagi Hari Ini, Simak Aturan Terbarunya

20 September 2026
Wisata Baru Bakal Hadir di Kawasan Kelok 23 Gunungkidul
Lifestyle & Health

Wisata Baru Bakal Hadir di Kawasan Kelok 23 Gunungkidul

19 September 2026
Next Post
Api Kembali Membakar Kawasan TN Way Kambas

Api Kembali Membakar Kawasan TN Way Kambas

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini