Monday, November 2, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

PBB Gandeng Google Lawan Disinformasi AI

Aulia Fitrie by Aulia Fitrie
18 September 2026
in Tek & Oto
PBB bekerja sama dengan Google mengintegrasikan data statistik global melalui UN System Data Commons untuk meningkatkan akses dan akurasi AI.

PBB bekerja sama dengan Google mengintegrasikan data statistik global melalui UN System Data Commons untuk meningkatkan akses dan akurasi AI.

Metapos.id, Jakarta – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bekerja sama dengan Google untuk mempermudah akses dan pengelolaan koleksi statistik global melalui sistem baru bernama UN System Data Commons.

Platform tersebut dirancang untuk mengintegrasikan data dalam skala besar agar dapat digunakan secara lebih optimal oleh berbagai sistem kecerdasan buatan (AI).

BACA JUGA

Tiongkok Ungkap Strategi Dua Peluncuran ke Bulan

Komdigi Pastikan Kritik dan Konten Jurnalistik Tak Jadi Sasaran Takedown

UN System Data Commons dibangun di atas platform open-source Data Commons milik Google dan menggantikan portal sebelumnya, UNData.

Melalui sistem ini, pengguna dapat mencari statistik dari berbagai badan PBB menggunakan kueri dalam bahasa alami.

Platform tersebut juga mendukung Model Context Protocol (MCP), standar yang memungkinkan agen AI terhubung langsung dengan sumber data eksternal.

Pengembangan ini dilakukan di tengah persoalan akurasi AI ketika menyajikan data publik. Tolok ukur UNICEF terhadap enam large language model (LLM) menunjukkan rata-rata akurasi jawaban mengenai indikator pembangunan global hanya mencapai 21,2%.

Kepala Ahli Statistik UNICEF João Pedro Azevedo mengatakan sekitar tiga dari lima respons AI tidak menghasilkan angka yang dapat digunakan akibat adanya ambiguitas dalam jawaban.

Pengujian ulang terhadap pertanyaan yang sama dua hari kemudian juga menunjukkan AI hanya memberikan angka konsisten dalam sekitar separuh pengujian.

Di sisi lain, penggunaan AI untuk mencari data terus meningkat. UNICEF mencatat rujukan kunjungan dari ChatGPT ke situs data mereka naik 67% secara tahunan per September, dengan asisten AI diperkirakan menyumbang sekitar 10% dari total kunjungan.

Saat ini, sebanyak 26 entitas PBB telah berkomitmen menggunakan Data Commons. PBB menargetkan 80% dari seluruh kumpulan data statistiknya dapat masuk ke platform tersebut pada 2027.

“Kami jauh lebih maju dalam hal skala, cakupan, dan fleksibilitas, terhubung untuk pertama kalinya di begitu banyak lembaga di seluruh sistem PBB,” kata Shantanu Mukherjee, dikutip dari berbagai sumber, Jumat (18/9/2026).

“Dan (kami) memanfaatkan momen ini untuk juga mempersiapkan data kami agar siap untuk AI,” tuturnya.

Pengembangan infrastruktur inti Data Commons mendapat dukungan dana sebesar US$2 juta dari Google.org.

Pemimpin tim Data Commons Google, Prem Ramaswami, menjelaskan sistem tersebut dihosting di server PBB dan dirancang agar nantinya dapat dikelola secara independen oleh organisasi tersebut.

“Kami telah menerapkan pendekatan ‘melatih pelatih’ selama peluncuran program ini, dan kami telah melihat tim sistem PBB beradaptasi dengan cepat,” kata Ramaswami.

Sistem tersebut juga melacak sumber asli setiap statistik sehingga asal-usul data dapat ditelusuri. Dalam demonstrasi, AI yang terhubung dengan data PBB melalui MCP mampu menggabungkan sejumlah indikator untuk membuat grafik, dasbor, serta analisis tertulis tanpa pengolahan manual.

Meski demikian, penggunaan data tepercaya tidak otomatis membuat seluruh kesimpulan AI menjadi akurat. Ramaswami menekankan perlunya pemeriksaan manusia sebelum hasil AI digunakan untuk publikasi.

“Karena model dapat salah menafsirkan nuansa, manusia harus selalu meninjau hasilnya sebelum mengutip atau mempublikasikannya,” kata Ramaswami.

Tags: AIdata globaldisinformasi AIGoogleHeadlineMetapos.idPBBUN System Data Commons
Previous Post

Statistik Sprint MU Masuk Lima Terbawah

Next Post

Ini Syarat Mobil Listrik Sebelum Naik Kapal

Related Posts

Tiongkok menyiapkan misi pendaratan berawak di Bulan dengan skema dua peluncuran yang melibatkan Long March-10, Mengzhou, dan Lanyue.
Tek & Oto

Tiongkok Ungkap Strategi Dua Peluncuran ke Bulan

2 November 2026
Komdigi Pastikan Kritik dan Konten Jurnalistik Tak Jadi Sasaran Takedown
Tek & Oto

Komdigi Pastikan Kritik dan Konten Jurnalistik Tak Jadi Sasaran Takedown

2 November 2026
Pencairan es di Greenland dan Antartika mengubah distribusi massa Bumi, memengaruhi bentuk planet, medan gravitasi, hingga kecepatan rotasinya.
Tek & Oto

Bentuk Bumi Berubah, Pencairan Es Jadi Penyebabnya

2 November 2026
Jeep Wrangler Rubicon 4-Door Tuscadero hadir dengan warna magenta, mesin turbo 2.0L, fitur off-road, dan harga Rp2,42 miliar OTR Jakarta.
Tek & Oto

Jeep Wrangler Tuscadero Tampil Berani dengan Warna Magenta

2 November 2026
Viral Dugaan Manipulasi Kadar Emas 24 Karat Jadi 16 Karat
Tek & Oto

GTA VI Hadirkan Jason dan Lucia di Dunia Leonida

31 October 2026
Viral Dugaan Manipulasi Kadar Emas 24 Karat Jadi 16 Karat
Tek & Oto

BRIN Kembangkan Infrastruktur Satelit untuk Monitoring Kebencanaan

31 October 2026
Next Post
Kemenhub menetapkan syarat kendaraan listrik sebelum naik kapal, termasuk baterai wajib 30-50 persen dan larangan mengisi daya selama pelayaran.

Ini Syarat Mobil Listrik Sebelum Naik Kapal

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini