Tuesday, October 27, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Komisi II Nilai Perpanjangan Jabatan Kades Ancam Demokrasi

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
12 September 2026
in Nasional
Komisi II Nilai Perpanjangan Jabatan Kades Ancam Demokrasi

Metapos.id, Jakarta — Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKB Muhammad Khozin mempertanyakan usulan perpanjangan masa jabatan kepala desa yang disampaikan Asosiasi Kepala Desa Akhir Masa Jabatan (AMJ).

Usulan tersebut disampaikan sejumlah kepala desa saat menemui Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

BACA JUGA

Baru Hari Pertama, Operasi Patuh Jaya Catat 103 Ribu Pelanggaran

Gus Ipul Sebut Warga Masih Kesulitan Daftar Bansos Digital karena Tiga Faktor

Khozin menilai perpanjangan masa jabatan kepala desa tanpa pemilihan dapat berdampak terhadap demokrasi di tingkat desa.

“Ciri demokrasi di antaranya adalah pemimpin yang dipilih (official elected). Pemilihan kepala desa secara berkala merupakan esensi demokrasi di tingkat desa,” kata Khozin, dikutip dari berbagai sumber, Sabtu (12/9/2026).

Menurut Khozin, usulan memperpanjang masa jabatan kepala desa juga tidak memiliki dasar yuridis, sosiologis, maupun filosofis yang kuat.

Ia menilai persoalan fiskal tidak dapat dijadikan alasan untuk menunda atau meniadakan pemilihan kepala desa (pilkades).

Terlebih, menurut dia, saat ini tidak terdapat kondisi force majeure yang mengharuskan pelaksanaan pilkades ditunda.

“Saat ini tidak ada force majeure. Persoalan fiskal tak dapat dijadikan alasan penundaan pilkades, apalagi sampai ditiadakan,” ujarnya.

Khozin juga mengingatkan bahwa perpanjangan masa jabatan kepala desa tanpa proses pemilihan berpotensi memicu dinamika baru di masyarakat.

Menurutnya, pilkades merupakan mekanisme formal untuk menyalurkan aspirasi masyarakat dalam menentukan pemimpin di tingkat desa.

“Apa jadinya kalau forum menyerap aspirasi ini ditiadakan atau ditunda. Ini bisa jadi preseden tidak baik dalam demorkatisasi di Indonesia,” kata Khozin.

Tuntutan Kepala Desa AMJ

Sebelumnya, sejumlah kepala desa yang tergabung dalam Koordinator Kepala Desa Akhir Masa Jabatan (AMJ) menemui pimpinan DPR pada Rabu (9/9/2026).

Mereka meminta agar kepala desa yang telah menyelesaikan masa jabatan dapat kembali melanjutkan tugas sebagai penjabat (pj) kepala desa.

Para kepala desa tersebut menyebut masa jabatan mereka telah berlangsung selama delapan tahun, sesuai ketentuan dalam UU Desa yang baru.

Mereka juga meminta pemerintah daerah tidak menunjuk aparatur sipil negara (ASN) sebagai penjabat kepala desa. Sebaliknya, mereka mengusulkan agar posisi tersebut dapat diisi oleh kepala desa yang masa jabatannya telah berakhir.

Selain itu, kelompok tersebut mengusulkan agar pilkades dapat dihapuskan untuk periode tertertentu.

Ketua Umum Kepala Desa AMJ Jaro Muhadi mengatakan terdapat sekitar 36 ribu kepala desa di seluruh Indonesia yang masa jabatannya akan berakhir pada 2026 hingga 2029.

Menurut Jaro, perpanjangan masa jabatan kepala desa dapat membantu pemerintah menghemat anggaran penyelenggaraan pilkades.

“Dengan diperpanjang masa jabatan kepala desa, akan mengurangi biaya penyelenggaraan Pilkades sejalan dengan efisiensi anggaran saat ini,” kata Jaro.

Tags: batas perpanjangandemokrasiDPR RIKadesKomisi IIMetapos.idMuhammad Khozinpemerintahan desa
Previous Post

Polisi Ingatkan Penonton Persija Vs Persib Tak Bawa Benda Berbahaya

Next Post

Tiga ASN Tewas Diserang KKB, DPR Minta Pengusutan Tuntas

Related Posts

Baru Hari Pertama, Operasi Patuh Jaya Catat 103 Ribu Pelanggaran
Nasional

Baru Hari Pertama, Operasi Patuh Jaya Catat 103 Ribu Pelanggaran

27 October 2026
Gus Ipul Sebut Warga Masih Kesulitan Daftar Bansos Digital karena Tiga Faktor
Nasional

Gus Ipul Sebut Warga Masih Kesulitan Daftar Bansos Digital karena Tiga Faktor

27 October 2026
Meutya Hafid Minta Polri Tindak Tegas Judol dan Penjualan Data Pribadi
Nasional

Meutya Hafid Minta Polri Tindak Tegas Judol dan Penjualan Data Pribadi

27 October 2026
Kemnaker Buka Magang Nasional Batch 3 Hari Ini, Siapkan Persyaratannya
Nasional

Kemnaker Buka Magang Nasional Batch 3 Hari Ini, Siapkan Persyaratannya

27 October 2026
Yusril Jelaskan Sikap Prabowo di Tengah Wacana Perubahan Definisi Korupsi
Nasional

Yusril Jelaskan Sikap Prabowo di Tengah Wacana Perubahan Definisi Korupsi

27 October 2026
Karhutla di Toraja Utara Bakar Liang Makam Tradisional di Tebing Batu
Nasional

Karhutla di Toraja Utara Bakar Liang Makam Tradisional di Tebing Batu

27 October 2026
Next Post
Tiga ASN Tewas Diserang KKB, DPR Minta Pengusutan Tuntas

Tiga ASN Tewas Diserang KKB, DPR Minta Pengusutan Tuntas

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini