Metapos.id, Jakarta – FIFA membantah klaim pejabat sepak bola Maroko Fouzi Lekjaa mengenai lokasi final Piala Dunia 2030 yang disebut akan berlangsung di Stadion Grand Hassan II, Casablanca.
Lekjaa yang juga menjabat Wakil Menteri Anggaran Maroko sebelumnya menyampaikan klaim tersebut dalam kampanye politiknya, meski stadion yang disebut masih dalam tahap pembangunan.
Menanggapi pernyataan tersebut, FIFA menegaskan bahwa keputusan mengenai lokasi pertandingan final Piala Dunia 2030 belum ditetapkan.
“Sebagaimana dikomunikasikan pada 5 Agustus 2026, FIFA akan mengambil keputusan pada waktunya,” ujar juru bicara FIFA, dikutip dari berbagai sumber, Jumat (11/09/2026).
Klaim mengenai final Piala Dunia 2030 di Maroko kembali memunculkan spekulasi mengenai persaingan venue untuk pertandingan puncak turnamen tersebut.
Sebelumnya, media Inggris The Times sempat melaporkan adanya dugaan tawaran hak penyelenggaraan final kepada Maroko di tengah isu politik dan dinamika internal FIFA.
Namun, FIFA telah membantah kabar tersebut dan menegaskan tidak pernah memberikan kepastian mengenai stadion yang akan menjadi lokasi final.
“Adalah salah dan menyesatkan untuk mengklaim bahwa presiden FIFA telah membuat janji apa pun mengenai tempat penyelenggaraan Final Piala Dunia FIFA 2030. FIFA akan mengambil keputusan pada waktunya,” tegas juru bicara FIFA.
Hingga kini, FIFA juga belum menetapkan pembagian venue maupun lokasi pasti untuk pertandingan pembuka dan final Piala Dunia 2030.
Piala Dunia 2030 akan menggunakan format lintas benua dengan Spanyol, Portugal, dan Maroko sebagai tuan rumah utama.
Sementara itu, Uruguay, Argentina, dan Paraguay masing-masing akan menggelar satu pertandingan pembuka sebagai bagian dari perayaan 100 tahun penyelenggaraan Piala Dunia.







