Metapos,Jakarta – SMKN 71 Jakarta melibatkan sejumlah praktisi industri dalam kegiatan sinkronisasi kurikulum sebagai upaya menyelaraskan materi pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan sekolah dalam menyusun dan mengembangkan kurikulum pembelajaran untuk satu tahun ke depan.
Dalam kegiatan tersebut, praktisi industri Bagus Wahyu Trianto, yang bergerak di bidang industri konveksi melalui merek dagang Zavrel, hadir memberikan perspektif mengenai perkembangan dunia usaha dan industri, khususnya terkait kompetensi serta keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.

Selain Bagus Wahyu Trianto, kegiatan tersebut juga menghadirkan sejumlah praktisi dari berbagai bidang industri. Kehadiran para praktisi diharapkan dapat memberikan beragam sudut pandang dan masukan kepada pihak sekolah mengenai perkembangan industri, kebutuhan tenaga kerja, serta kompetensi yang perlu dipersiapkan oleh siswa.
Masukan dari para praktisi tersebut menjadi bahan penting bagi para pendidik dalam melakukan sinkronisasi materi pembelajaran agar lebih relevan dengan kondisi dan kebutuhan industri saat ini.
Kehadiran praktisi industri diharapkan dapat memberikan masukan mengenai kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja, sehingga kurikulum sekolah tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga mampu membekali siswa dengan keterampilan praktis yang relevan.
Sejumlah materi yang menjadi pembahasan mencakup teknis produksi, manajemen operasional, manajemen penjualan, serta berbagai aspek lain yang berkaitan dengan proses dan kebutuhan industri.
Bagus Wahyu Trianto menyampaikan pandangan mengenai perkembangan dan kebutuhan industri yang dapat diintegrasikan ke dalam materi ajar. Masukan tersebut selanjutnya menjadi bahan sinkronisasi bagi para pendidik dalam menyusun materi pembelajaran yang sesuai dengan kondisi dan tuntutan dunia kerja.
“Sinkronisasi ini penting agar apa yang diajarkan di sekolah memiliki keterkaitan dengan kebutuhan industri. Dengan demikian, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki gambaran dan kompetensi yang dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja,” ujar Bagus.
Menurutnya, keterlibatan praktisi dalam proses sinkronisasi kurikulum juga menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan dunia industri. Dengan adanya komunikasi secara langsung, sekolah dapat memperoleh gambaran mengenai perubahan kebutuhan industri dan menyesuaikannya dengan proses pembelajaran.
Melalui kegiatan ini, SMKN 71 Jakarta berharap proses pembelajaran dapat terus berkembang mengikuti perubahan kebutuhan industri. Kolaborasi antara sekolah dan praktisi dari berbagai bidang juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas lulusan agar lebih siap menghadapi tantangan serta memiliki daya saing setelah menyelesaikan pendidikan.
Sinkronisasi kurikulum tersebut menjadi salah satu langkah strategis sekolah dalam memperkuat keterkaitan antara pendidikan dan dunia industri, sekaligus mempersiapkan siswa agar memiliki pengetahuan, keterampilan, dan wawasan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja di masa mendatang.







