Friday, October 23, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Bandara Soetta Ditutup, 33 Penerbangan Terdampak Erupsi Anak Krakatau

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
6 September 2026
in Nasional
Bandara Soetta Ditutup, 33 Penerbangan Terdampak Erupsi Anak Krakatau

Metapos.id, Jakarta — Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, mengalami gangguan.

Bandara Soekarno-Hatta menghentikan sementara seluruh operasional pada Minggu (6/9/2026) dini hari. Keputusan tersebut diambil setelah teridentifikasi indikasi abu vulkanik di kawasan bandara.

BACA JUGA

357,5 Hektare Lahan Raja Ampat Terbakar, Pemadaman Berlanjut

Prabowo Tak Mau Rakyat Terus Miskin Selama Dirinya Memimpin

Penghentian operasional mengacu pada Notice to Airmen (NOTAM) Nomor A3341/26. Pada awalnya, penutupan diberlakukan sejak pukul 01.30 WIB hingga 05.30 WIB.

Waktu penutupan kemudian diperpanjang sampai pukul 09.30 WIB. Perpanjangan dilakukan guna memastikan situasi di sekitar bandara aman bagi kegiatan penerbangan.

“Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menjelaskan, keputusan penutupan diambil berdasarkan hasil pemeriksaan menggunakan metode paper test.” dikutip dari berbagai sumber, Minggu (6/9/26).

Pemeriksaan tersebut dilakukan pada Minggu dini hari sekitar pukul 00.35 hingga 01.05 WIB. Hasilnya menunjukkan adanya indikasi abu vulkanik di kawasan Bandara Soekarno-Hatta.

Penghentian sementara operasional menjadi langkah antisipasi pemerintah untuk mengutamakan keselamatan penerbangan selama Gunung Anak Krakatau masih mengalami aktivitas erupsi.

33 Penerbangan Terdampak

Gangguan akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau turut dirasakan oleh sejumlah penerbangan yang melalui Bandara Soekarno-Hatta.

Data pemantauan hingga Sabtu (5/9/2026) pukul 22.00 WIB mencatat sebanyak 33 penerbangan mengalami dampak.

Dari jumlah tersebut, 16 penerbangan internasional dibatalkan. Sebanyak tujuh penerbangan lainnya mengalami penundaan, sedangkan lima penerbangan dijadwalkan kembali.

Penerbangan internasional yang terdampak mencakup sejumlah rute dari dan menuju Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, Amsterdam, hingga Kuala Lumpur.

Untuk penerbangan domestik, tercatat empat penerbangan mengalami pembatalan. Sementara satu penerbangan lainnya harus dialihkan.

Beberapa rute domestik yang terdampak meliputi penerbangan dari dan menuju Lampung, serta penerbangan menuju Denpasar dan Surabaya.

Pemantauan Abu Vulkanik Berlanjut

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus memonitor perkembangan sebaran abu vulkanik dan dampaknya terhadap operasional penerbangan.

Pemantauan tersebut dilakukan bersama berbagai pihak terkait, termasuk maskapai penerbangan, pengelola Bandara Soekarno-Hatta, penyelenggara navigasi penerbangan, dan BMKG.

Sebaran abu vulkanik menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai dalam penerbangan. Material tersebut berpotensi mengganggu keselamatan pesawat apabila masuk ke jalur penerbangan.

Karena itu, penumpang yang memiliki jadwal keberangkatan atau kedatangan di Bandara Soekarno-Hatta diminta memeriksa informasi terbaru dari maskapai.

Penumpang juga perlu mengantisipasi kemungkinan perubahan jadwal, termasuk keterlambatan maupun pembatalan penerbangan.

Pemerintah akan terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau serta kondisi operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta. Pembaruan informasi akan diberikan apabila terjadi perubahan kondisi yang signifikan.

Tags: Abu vulkanikBandara DitutupBandara SoettaErupsi Anak KrakatauGunung Anak Krakataukeselamatan penerbanganMetapos.idPenerbangan Terdampak
Previous Post

Penelitian Ungkap Dampak Interaksi dengan Hewan pada Kesehatan Mental

Next Post

Reshuffle Kabinet Prabowo Menguat, Sejumlah Nama Dinilai Layak

Related Posts

357,5 Hektare Lahan Raja Ampat Terbakar, Pemadaman Berlanjut
Nasional

357,5 Hektare Lahan Raja Ampat Terbakar, Pemadaman Berlanjut

22 October 2026
Prabowo Tak Mau Rakyat Terus Miskin Selama Dirinya Memimpin
Nasional

Prabowo Tak Mau Rakyat Terus Miskin Selama Dirinya Memimpin

22 October 2026
Evident Institute: Dialog Dua Arah Kunci Komunikasi Pemerintah
Nasional

Evident Institute: Dialog Dua Arah Kunci Komunikasi Pemerintah

22 October 2026
MBG Prasmanan Diharapkan Kurangi Sisa Makanan dan Jaga Kualitas Gizi
Nasional

MBG Prasmanan Diharapkan Kurangi Sisa Makanan dan Jaga Kualitas Gizi

22 October 2026
Rini Widyantini Pastikan Penyaluran Gaji PNS Tak Dialihkan ke Kopdes
Nasional

Rini Widyantini Pastikan Penyaluran Gaji PNS Tak Dialihkan ke Kopdes

22 October 2026
BKSDA Jawa Tengah merekam seekor macan tutul Jawa di Cagar Alam Nusakambangan Barat saat pemantauan pada 12–15 Oktober 2026.
Nasional

BKSDA Pantau Keberadaan Macan Tutul Jawa di Nusakambangan

21 October 2026
Next Post
Reshuffle Kabinet Prabowo Menguat, Sejumlah Nama Dinilai Layak

Reshuffle Kabinet Prabowo Menguat, Sejumlah Nama Dinilai Layak

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini