Metapos.id, Jakarta – Keputusan Deddy Mahendra Desta untuk meninggalkan Vindes Corp setelah sekitar lima tahun berproses bersama Vincent Rompies menjadi babak baru dalam perjalanan keduanya.
Desta menyampaikan keputusannya melalui unggahan di media sosial pada Rabu (26/8/2026). Ia mengatakan keputusan tersebut telah dipertimbangkan secara matang dan diambil demi kebaikan semua pihak.
“Saya izin pamit dari Vindes Corp yaH teman-teman. Keputusan ini sudah melalui banyak pertimbangan dan pada akhirnya diambil dengan harapan menjadi yang terbaik untuk semua pihak,” tulis Desta.
Desta juga meminta masyarakat tidak membuat spekulasi mengenai alasan di balik keputusannya. Ia berharap kepergiannya dari Vindes tidak dikaitkan dengan berbagai hal yang tidak memiliki dasar.
Dalam unggahannya, Desta turut menyampaikan pesan khusus kepada Vincent Rompies. Ia menegaskan bahwa perpisahan dalam urusan pekerjaan tidak mengubah hubungan persahabatan yang telah terjalin.
“And especially to @vincentrompies. Love you always, my brother. Mohon maaf kalau selama ini saya banyak salah selama di Vindes,” katanya.
Sementara itu, Vindes Corp memastikan aktivitas perusahaan tetap berjalan bersama Vincent Rompies dan seluruh tim. Kepergian Desta pun menjadi momentum bagi perusahaan untuk memasuki fase baru.
Situasi tersebut memperlihatkan bahwa berakhirnya kerja sama profesional tidak selalu harus diikuti dengan berakhirnya hubungan personal. Hal serupa juga dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika dua sahabat yang sebelumnya bekerja bersama memilih jalur karier masing-masing.
Persahabatan Dapat Berubah Mengikuti Fase Kehidupan
Memasuki usia dewasa, persahabatan sering menghadapi berbagai perubahan. Pekerjaan, tempat tinggal, keluarga, hingga prioritas hidup dapat membuat intensitas pertemuan dengan teman berkurang.
Psikolog Loren Soeiro, PhD, ABPP, menjelaskan melalui Psychology Today bahwa perubahan kehidupan pada orang dewasa dapat memberikan tekanan terhadap hubungan pertemanan yang sudah lama terjalin.
Menurut Soeiro, persahabatan memiliki karakter berbeda dengan hubungan keluarga karena terbentuk atas dasar pilihan dan kesukarelaan.
Ketika kondisi yang sebelumnya membuat dua orang sering bertemu mulai berubah, hubungan pertemanan juga dapat ikut terdampak. Salah satunya terjadi ketika dua sahabat yang dahulu bekerja di tempat yang sama akhirnya menjalani lingkungan pekerjaan berbeda.
Karena itu, menjaga persahabatan setelah tidak lagi bekerja bersama membutuhkan usaha dari kedua belah pihak. Komunikasi tidak harus dilakukan setiap hari, tetapi perlu tetap ada agar hubungan tidak semakin renggang.
Selain itu, penting untuk menghargai perubahan kesibukan dan prioritas masing-masing. Persahabatan yang sehat tidak selalu ditandai dengan intensitas pertemuan, melainkan adanya rasa saling memahami dan tetap memberikan dukungan.
Perpisahan dalam pekerjaan juga dapat menjadi kesempatan untuk membangun bentuk hubungan yang baru. Hubungan profesional boleh berakhir, tetapi kedekatan personal tetap dapat dipertahankan selama keduanya saling menghargai.






