Metapos.id, Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Selat Hormuz kini terbuka dan jutaan barel minyak masih melintas melalui jalur perairan strategis tersebut setiap hari.
Pernyataan itu disampaikan ketika konflik antara AS dan Iran masih berlangsung dan aktivitas di Selat Hormuz menjadi perhatian karena jalur tersebut penting bagi pasokan energi global.
“Selat itu terbuka. Selat Hormuz terbuka. Kita memegang kendali, dan kita melakukan blokade,” kata Trump, dikutip dari berbagai sumber, Jumat (28/8/2026).
Trump juga menyebut jutaan barel minyak tetap keluar melalui selat tersebut setiap harinya meski AS memberlakukan blokade maritim terhadap Iran.
“Ada banyak kapal yang melintas. Jutaan barel minyak keluar dari selat itu setiap harinya,” ujarnya.
Menurut Trump, pasukan AS telah membersihkan jalur perairan tersebut dari ranjau dan terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas kapal.
“Kita memiliki kapal-kapal penyapu ranjau terbaik di dunia. Itu adalah kapal penyapu ranjau bawah air, dan kita telah sepenuhnya membersihkan selat itu dari ranjau,” katanya.
Trump mengklaim pasukan AS juga dapat mendeteksi kapal yang berupaya membawa atau menebar ranjau di kawasan tersebut.
“Kami memantau setiap jengkal selat tersebut, dan jika ada kapal yang masuk membawa ranjau, kami melihatnya dan menyingkirkannya. Kami sudah menyingkirkan dua (kapal) di antaranya,” ungkap Trump.
Ia bahkan mengatakan militer AS baru-baru ini mengawal puluhan kapal melewati Selat Hormuz.
“Tadi malam, kami mengawal 24 kapal melintasi selat tersebut. Kami terus-menerus mengawal kapal-kapal melintasinya,” tutur Trump.
Di sisi lain, Trump menegaskan Iran tidak dapat mengangkut barang melalui jalur tersebut akibat blokade maritim AS.
“Iran tidak mendapat apa-apa, Tidak ada yang bisa lewat. Tidak ada satu pun kapal yang berhasil melintas,” tandasnya.







