Wednesday, October 14, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Botok Pati Kecewa Puan Absen Temui Massa

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
28 August 2026
in Nasional
Botok Pati Kecewa Puan Absen Temui Massa

Metapos.id, Jakarta — Supriyono alias Botok bersama perwakilan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) mengungkapkan kekecewaan karena tidak mendapat kesempatan bertemu langsung dengan Ketua DPR RI Puan Maharani.

AMPB mendatangi Gedung DPR RI di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Kedatangan mereka bertujuan menyampaikan sejumlah aspirasi kepada lembaga legislatif, salah satunya terkait proses pembahasan RUU Perampasan Aset.

BACA JUGA

Saksi Disebut Ubah Keterangan dalam Sidang Kuota Haji

Guru PPPK Paruh Waktu Punya Harapan Jadi Penuh Waktu pada 2027

Dalam agenda tersebut, rombongan AMPB tidak bertemu Puan. Mereka justru diterima oleh sejumlah pimpinan DPR, yakni Sufmi Dasco Ahmad, Cucun Ahmad Syamsurijal, dan Saan Mustopa di ruang Abdul Muis.

Salah satu perwakilan AMPB, Teguh Istiyanto, kemudian meminta pimpinan DPR memberikan kesempatan kepada massa aksi untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.

Ia menjelaskan bahwa peserta aksi tidak hanya berasal dari Pati. Sejumlah massa juga datang dari daerah lain dengan tujuan menyampaikan suara mereka kepada DPR.

“Ini di depan, itu ada rakyat Indonesia, Pak. Di depan sana, itu bukan aktivis, Pak. Rakyat murni, Pak. Yang pengin bersuara. Tolong, entah nanti melalui perwakilan, tolong temui, ya Pak, ya? Mereka datang dari Pati, tempat yang jauh, Pak, dari sini. Kemudian ada yang dari Surabaya. Ada yang dari Bali. Tolong,” kata Teguh ke pimpinan DPR, di kutip dari berbagai sumber (28/08/26).

Teguh juga menyinggung posisi Puan yang tidak tampak ketika rapat paripurna membahas perkembangan RUU Perampasan Aset.

Ia menilai kehadiran Ketua DPR dalam rapat tersebut diperlukan, terutama ketika lembaga legislatif tengah membahas persoalan yang menjadi perhatian masyarakat.

“Seharusnya sih yang kami minta menemui Ibu Ketua, tapi tadi di sidang paripurna tidak hadir. Dan saya nyatakan saya kecewa. Sidang paripurna itu sidang yang paling penting kok tidak hadir.

Ini namanya menyepelekan negara. Untuk selanjutnya, saya minta untuk semua sidang semua anggota itu hadir. Ini memikirkan negara kok nggak hadir,” ungkapnya.

Puan kemudian terlihat menghadiri rapat paripurna ketika pembahasan telah memasuki agenda pembicaraan tingkat II.

Dalam tahapan tersebut, DPR membahas pengambilan keputusan atas RUU tentang Pertanggungjawaban Atas Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2025.

Sebelumnya, Puan memang belum terlihat saat penyampaian perkembangan RUU Perampasan Aset pada bagian awal rapat paripurna.

Pada waktu bersamaan, sejumlah pimpinan DPR memilih menerima perwakilan AMPB di ruang Abdul Muis. Setelah pertemuan tersebut, Puan bersama Wakil Ketua DPR Sari Yuliati memimpin jalannya rapat paripurna.

Usai rapat, Puan memberikan keterangan kepada wartawan yang meliput kegiatan di kompleks parlemen. Ia menjelaskan alasan dirinya tidak berada di ruang sidang pada awal agenda.

Puan menyampaikan bahwa pimpinan DPR memiliki pembagian tugas untuk menjalankan berbagai agenda yang berlangsung di lingkungan parlemen.

Sementara itu, aksi AMPB di depan Gedung DPR menjadi salah satu bentuk penyampaian aspirasi masyarakat. Dalam aksinya, massa turut mendorong agar pembahasan RUU Perampasan Aset terus mendapat perhatian dari DPR.

Tags: Aksi Massa DPRAMPBBotokDPR RIMetapos.idPati Puan MaharaniRUU Perampasan Aset
Previous Post

Transjakarta Hentikan Operasional 7 Rute Hari Ini

Next Post

Pasien Cuci Darah Bawa Gugatan ke MK, Minta Iuran BPJS Berlaku untuk Semua

Related Posts

Amsal Christy Sitepu dan Ibrahim Arief menyoroti perubahan keterangan saksi dalam sidang dugaan korupsi kuota haji yang menjerat Gus Yaqut.
Nasional

Saksi Disebut Ubah Keterangan dalam Sidang Kuota Haji

13 October 2026
Guru PPPK Paruh Waktu Punya Harapan Jadi Penuh Waktu pada 2027
Nasional

Guru PPPK Paruh Waktu Punya Harapan Jadi Penuh Waktu pada 2027

13 October 2026
124 Ribu Kasus WNI Ditangani, Kemlu Perkuat Perlindungan di Luar Negeri
Nasional

124 Ribu Kasus WNI Ditangani, Kemlu Perkuat Perlindungan di Luar Negeri

13 October 2026
Pemerintah Belum Angkat Karhutla Jadi Bencana Nasional, Apa Pertimbangannya?
Nasional

Pemerintah Belum Angkat Karhutla Jadi Bencana Nasional, Apa Pertimbangannya?

12 October 2026
83 Anak Jadi Korban, 11 Pengasuh Little Aresha Dituntut 5 Tahun
Nasional

83 Anak Jadi Korban, 11 Pengasuh Little Aresha Dituntut 5 Tahun

12 October 2026
Keamanan Saudi Jadi Perhatian, Ini Pesan Penting Kemenhaj untuk Jemaah Umrah
Nasional

Keamanan Saudi Jadi Perhatian, Ini Pesan Penting Kemenhaj untuk Jemaah Umrah

12 October 2026
Next Post
Pasien Cuci Darah Bawa Gugatan ke MK, Minta Iuran BPJS Berlaku untuk Semua

Pasien Cuci Darah Bawa Gugatan ke MK, Minta Iuran BPJS Berlaku untuk Semua

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini