Metapos.id, Jakarta – Gelombang panas ekstrem diperkirakan menerjang sebagian besar wilayah barat dan timur Jepang dengan suhu siang hari mencapai 39 derajat Celsius.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman serangan panas atau heatstroke akibat kondisi tersebut.
Lonjakan suhu ekstrem terjadi karena sebagian wilayah Jepang berada di bawah dominasi sistem tekanan udara tinggi.
JMA telah memberlakukan peringatan kewaspadaan heatstroke di 31 prefektur yang mencakup wilayah Tokyo dan Chiba di Kanto hingga Okinawa di kawasan barat daya.
Berdasarkan prakiraan JMA, Kota Hita di Prefektur Oita menjadi salah satu wilayah yang berpotensi mengalami suhu tertinggi dengan mencapai 39 derajat Celsius.
Sejumlah wilayah lainnya seperti Saga, Yamaguchi, dan Nara diperkirakan mengalami suhu hingga 38 derajat Celsius.
Cuaca panas ekstrem juga melanda Prefektur Kumamoto yang sebelumnya terdampak gempa bumi dahsyat pada akhir Juli 2026.
Suhu di Kota Kumamoto diperkirakan mencapai 38 derajat Celsius pada siang hari.
Sementara itu, suhu di Kota Amakusa diprediksi menyentuh 37 derajat Celsius dan Kota Hitoyoshi mencapai 36 derajat Celsius.
Kondisi tersebut membuat masyarakat di berbagai wilayah Jepang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko heatstroke selama periode suhu ekstrem berlangsung.







