Metapos.id, Jakarta – Perubahan pada kulit seiring bertambahnya usia merupakan hal yang wajar. Namun, kondisi kulit setiap orang dapat berbeda meski berada dalam rentang usia yang sama.
Dokter spesialis kulit dan kelamin dari Evitderma Clinic, dr. Reeza Edward Y, Sp.D.V.E, mengatakan proses penuaan tidak semata-mata ditentukan oleh usia. Faktor lain juga dapat menyebabkan tanda-tanda penuaan muncul lebih cepat.
Menurutnya, penuaan kulit secara umum terbagi menjadi proses biologis dan penuaan yang terjadi lebih cepat atau premature aging. Perawatan kulit dapat membantu memperlambat proses tersebut sehingga kesehatan dan fungsi kulit tetap terpelihara.
“Usaha-usaha sebetulnya yang kita bilang sebagai anti-aging itu bagaimana kita memperlambat. Jadi proses penuaan yang tadinya itu berjalan terlalu cepat, kita normalkan kembali. Jadi seperti meremajakan kulit kembali,” ungkap dr. Reeza, dikutip dari berbagai sumber, Sabtu (22/08/26).
1. Faktor Biologis
Seiring bertambahnya usia, kulit secara alami mengalami perubahan. Kondisi tersebut merupakan bagian dari proses biologis tubuh yang tidak dapat dihentikan sepenuhnya.
Meski begitu, perawatan yang tepat dapat membantu menjaga fungsi kulit dan memperlambat penurunan kondisinya.
Perbedaan proses biologis pada setiap orang juga membuat tanda penuaan yang muncul tidak selalu seragam. Ada orang yang lebih banyak mengalami kulit kendur, sementara lainnya lebih terlihat memiliki kerutan atau garis-garis halus.
“Ada yang dia enggak kerut tapi kendur. Ada yang dia enggak terlalu kendur tapi letak-letak garis-garis keriput segala macam,” tutur dr. Reeza.
2. Faktor Lingkungan dan Kebiasaan
Penuaan kulit juga dapat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan serta pola hidup sehari-hari. Salah satu faktor eksternal yang paling berpengaruh adalah paparan sinar ultraviolet (UV).
Sebagai negara beriklim tropis, Indonesia menerima paparan sinar matahari sepanjang tahun. Paparan UV yang berlangsung terus-menerus dapat berkontribusi terhadap munculnya tanda-tanda penuaan lebih cepat.
“Nomor satu memang paparan UV, apalagi kita Indonesia negara tropis,” sebut dr. Reeza.
Dr. Reeza menyebut sekitar 70-80 persen faktor yang mempercepat penuaan kulit berkaitan dengan paparan UV. Karena itu, penggunaan sunscreen menjadi langkah penting untuk membantu mengurangi dampak paparan sinar matahari terhadap kulit.
Selain UV, polusi udara juga perlu menjadi perhatian. Paparan polusi dalam jangka panjang dapat menjadi salah satu faktor lingkungan yang turut memengaruhi kesehatan dan kondisi kulit.






