Monday, October 5, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Udara Pontianak Berbahaya, Sekolah Diminta Diliburkan

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
21 August 2026
in Tak Berkategori
Udara Pontianak Berbahaya, Sekolah Diminta Diliburkan

Metapos.id, Jakarta – Kabut asap yang muncul akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Kepulan asap dilaporkan semakin tebal dalam beberapa hari terakhir.

Situasi tersebut membuat sejumlah orang tua siswa resah terhadap kondisi kesehatan anak-anak mereka. Mereka berharap pemerintah daerah dapat mempertimbangkan penghentian sementara kegiatan belajar tatap muka dan menerapkan pembelajaran dari rumah secara daring.

BACA JUGA

MD Entertainment dan SBS Perkuat Kerja Sama

Desta Tinggalkan Vindes, Persahabatan Tetap Bisa Terjaga

Rahmawati, salah satu orang tua siswa kelas 2 MIN 4 Pontianak, menyebut kondisi kabut asap kembali memburuk sejak tiga hari terakhir. Ia berharap pemerintah segera mengambil kebijakan untuk melindungi siswa dari dampak buruk paparan asap.

“Dalam tiga hari ini asap mulai pekat. Hari ini juga. Sebelumnya sempat libur, sudah masuk lagi. Kalau kondisi mulai pekat lagi, saya berharap kembali sekolah diliburkan atau belajar dari rumah saja secara daring,” kata Rahmawati,  di kutip dari berbagai sumber Jumat (21/8/26).

Rahmawati mengatakan kualitas udara yang memburuk membuat dirinya khawatir apabila anak-anak tetap menjalani kegiatan belajar di sekolah. Paparan asap pekat berisiko memicu berbagai gangguan kesehatan, salah satunya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Selain itu, anak-anak dinilai belum memahami sepenuhnya bahaya menghirup asap, terlebih saat mereka melakukan aktivitas di luar ruangan.

“Kita tahu anak-anak di sekolah pasti bermain di luar dan belum mengerti betul asap itu berbahaya. Jadi kami harap Pemerintah Kota Pontianak melalui dinas terkait mengeluarkan kebijakan untuk sementara bisa meliburkan atau belajar secara daring,” ujarnya.»

Kabut asap akibat karhutla mulai dirasakan di sejumlah wilayah Kalimantan Barat sejak Agustus 2026. Kondisi tersebut dipicu kebakaran lahan yang terjadi di beberapa daerah.

Hasil pemantauan pada 20 Agustus 2026 menunjukkan terdapat 3.759 titik panas yang tersebar di wilayah Kalimantan Barat. Data tersebut dihimpun BPBD Kalbar berdasarkan hasil pemantauan BMKG.

Dari jumlah itu, sebanyak 224 titik teridentifikasi dengan tingkat kepercayaan tinggi. Sementara 3.389 titik berada pada tingkat kepercayaan menengah dan 146 titik lainnya masuk kategori kepercayaan rendah.

Kabupaten Ketapang tercatat sebagai wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, mencapai 1.795 titik. Selanjutnya Sanggau memiliki 466 titik, Landak 268 titik, Kubu Raya 254 titik, Kayong Utara 200 titik, serta Melawi 190 titik.

Sementara itu, kondisi udara di Kota Pontianak turut menjadi perhatian. Data IQAir menunjukkan indeks kualitas udara Pontianak mencapai 491 pada pukul 09.00 WIB, Jumat (21/8).

Angka tersebut masuk dalam kategori berbahaya (Hazardous). Kualitas udara pada level tersebut dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan lainnya.

PM2.5 tercatat sebagai polutan dominan dengan konsentrasi mencapai 321 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Partikel berukuran sangat halus tersebut dapat terhirup dan menembus hingga bagian dalam saluran pernapasan.

Masyarakat diminta rutin mengecek kondisi kualitas udara sebelum beraktivitas di luar rumah. Jika tingkat polusi sedang sangat tinggi, kegiatan fisik di luar ruangan sebaiknya dibatasi untuk mengurangi paparan asap.

Tags: kabut asapKarhutlakesehatan anakkualitas udaraMetapos.idPontianaksekolah daring
Previous Post

Kisah Auzar dan Perlindungan Rp562 Juta untuk 700 Murid

Next Post

Ruben Onsu Jadi Tersangka Dugaan Penipuan Investasi

Related Posts

MD Entertainment dan SBS menandatangani MOU kerja sama konten, termasuk menghadirkan program SBS dan mengembangkan remake berbahasa Indonesia.
Tak Berkategori

MD Entertainment dan SBS Perkuat Kerja Sama

29 September 2026
Desta Tinggalkan Vindes, Persahabatan Tetap Bisa Terjaga
Tak Berkategori

Desta Tinggalkan Vindes, Persahabatan Tetap Bisa Terjaga

29 August 2026
Ilustrasi jalan tol Cawang-Tanjung Priok-Pluit. Foto: Dok. CMNP
Tak Berkategori

Exit Tol Jembatan Tiga Ditutup hingga 2027

29 August 2026
Prabowo Keluarkan Peringatan Keras untuk Menteri yang Tak Sanggup
Tak Berkategori

Prabowo Keluarkan Peringatan Keras untuk Menteri yang Tak Sanggup

27 August 2026
Pemilu 2029 Jadi Sorotan, Denny Indrayana Heran Jokowi Diam
Tak Berkategori

Pemilu 2029 Jadi Sorotan, Denny Indrayana Heran Jokowi Diam

27 August 2026
Savio Tottenham
Tak Berkategori

Savio Kembali Gunakan Nama Asli di Tottenham

26 August 2026
Next Post
Ruben Onsu

Ruben Onsu Jadi Tersangka Dugaan Penipuan Investasi

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini