Metapos.id, Jakarta Pengamat politik Adi Prayitno melihat pernyataan Anies Baswedan mengenai kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan serta gempa susulan di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai hal yang menarik dalam konteks politik.
Adi menilai sikap Anies dalam menyikapi dua bencana tersebut cukup berbeda dibandingkan dengan sejumlah pernyataannya yang kerap mengkritisi pemerintah. Kali ini, Anies lebih menekankan pentingnya langkah penanganan yang nyata, terukur, serta melibatkan koordinasi antarpihak.
“Anies tidak tampak memberikan kritik secara keras ataupun tajam terkait penanganan yang dilakukan pemerintah. Anies lebih memberikan satu perspektif bahwa ini membutuhkan penanganan yang semakin intensif, koordinasi yang bagus, dan yang paling penting memberikan skala prioritas bagi warga yang terdampak,” ujar Adi Prayitno official dalam kanal YouTube, Jum’at (21/08/26).
Menurut Adi, pernyataan Anies tetap berpotensi menjadi perhatian publik karena mantan Gubernur DKI Jakarta itu masih menjadi salah satu figur politik yang memiliki pengaruh dalam percakapan publik. Rekam jejaknya sebagai peserta Pilpres 2024 juga membuat setiap pernyataan politiknya kerap mendapat perhatian.
Adi menambahkan, persoalan bencana di Kalimantan dan NTT semestinya ditempatkan sebagai persoalan kemanusiaan yang membutuhkan penanganan bersama. Pemerintah pusat dan daerah, organisasi masyarakat, aktivis, hingga masyarakat umum dinilai memiliki peran dalam membantu warga yang terdampak.
“Semua pihak harus bekerja sama. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, LSM, aktivis, dan seluruh rakyat harus turut terlibat menyelesaikan persoalan yang ada di Kalimantan ataupun NTT,” kata Adi.
Selain membahas pernyataan Anies, Adi turut melihat langkah yang telah dilakukan pemerintah dalam merespons kondisi di sejumlah wilayah terdampak. Bantuan untuk korban gempa di NTT disebut mencakup kebutuhan logistik dan layanan kesehatan, sedangkan penanganan karhutla di Kalimantan antara lain dilakukan melalui dukungan masker, oksigen, serta upaya penyediaan air bersih.
Menurutnya, berbagai langkah tersebut perlu terus diperkuat agar proses pemulihan masyarakat berjalan optimal. Perhatian juga diperlukan terhadap pembangunan kembali fasilitas yang terdampak serta kondisi psikologis warga setelah menghadapi bencana.







