Metapos.id, Jakarta – Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) asal Papua, Neeltje Deliana Insjowi Werimon, mengaku sempat gugup saat menjalankan tugas sebagai pembawa baki dalam Upacara Penurunan Bendera di Istana Merdeka, Senin (17/8/2026).
Neeltje yang merupakan siswi SMA Negeri 8 Kota Jayapura mendapat tugas membawa baki dan menyerahkan kembali Bendera Merah Putih kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Tentunya pertama gugup sekali karena harus melakukan tugas yang sangat berat ini,” kata Neeltje seusai menjalankan tugasnya, dikutip dari berbagai sumber, Selasa (18/8/2026).
Meski gugup, Neeltje tetap antusias karena mendapat kesempatan mengikuti upacara di Istana sekaligus bertemu langsung dengan Presiden Prabowo.
“Tetapi di sisi lain juga excited karena bisa melakukan pengibaran di Istana Negara dan juga bertemu dengan Bapak Presiden,” ujarnya.
Ia mengaku lega setelah seluruh rangkaian tugas yang dipersiapkan selama sekitar satu bulan dapat berjalan dengan baik.
“Itu karena kurang lebih selama satu bulan ini kita sudah bekerja keras, latihan fisik dan juga mental setiap hari,” ucap Neeltje.
Menurutnya, berakhirnya tugas Paskibraka juga menghadirkan rasa haru karena harus berpisah dengan anggota dari berbagai daerah yang selama ini berlatih bersama.
“Dan akhirnya hari ini tugas itu selesai, dan kita juga merasa sangat lega,” katanya.
Bagi Neeltje, momentum HUT ke-81 RI menjadi pengingat untuk menghargai perjuangan para pahlawan.
“Menurut saya, memaknai hari kemerdekaan itu kita menghargai semua jasa-jasa pahlawan kita yang sudah bertempur untuk kemerdekaan kita,” tuturnya.
Neeltje yang bercita-cita menjadi insinyur pertambangan berharap pengalaman tersebut menjadi bekal untuk masa depannya.
“Semoga Bapak panjang umur, sehat selalu, dan bisa melihat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang jauh lebih baik lagi, dan bisa melihat kami generasi muda menjadi harapan baru bangsa,” tutupnya.







