Metapos.id, Jakarta – Radio Caroline di Inggris sempat tiga kali menyiarkan kabar bahwa Raja Charles III meninggal dunia pada Mei 2026. Pengumuman tersebut ternyata terjadi akibat seorang staf yang penasaran dengan file khusus kematian sang raja.
Insiden berlangsung pada 19 Mei 2026 saat program The Barry Marsh Show. Tiga pernyataan pra-rekaman mengenai kematian Raja Charles disiarkan dan mengganggu program musik reguler.
“Media berita telah mengkonfirmasi bahwa Raja Charles telah meninggal,” ungkap salah satu pernyataan yang disiarkan, berdasarkan keterangan Ofcom, Rabu (12/08/2026).
Setelah pernyataan tersebut diputar, lagu kebangsaan Inggris juga terdengar dalam siaran. Radio Caroline kemudian menyiarkan salah satu pernyataan kematian itu kembali dan dilanjutkan dengan sekitar 16 menit keheningan.
Pembawa acara akhirnya meminta maaf sekitar 30 menit setelah kabar tersebut disiarkan. Ia menjelaskan kepada pendengar bahwa informasi mengenai kematian Raja Charles tidak benar dan menyebut kejadian itu sebagai masalah teknis.
Ofcom kemudian menyatakan Radio Caroline melanggar dua ketentuan dalam Kode Penyiaran. Salah satunya mewajibkan berita disampaikan secara akurat dan dengan imparsialitas yang semestinya.
Radio Caroline menjelaskan insiden bermula ketika seorang staf melakukan perawatan komputer studio. Ia menemukan tiga file yang memang disiapkan untuk digunakan apabila Raja Charles meninggal.
File tersebut sebenarnya disertai instruksi ketat bagi penyiar dan manajer sebelum disiarkan. Namun, staf itu justru memutarnya karena penasaran sehingga file masuk ke siaran.
Setelah menyadari kesalahan tersebut, staf menghentikan pemutaran dan meninggalkan kantor. Sementara itu, pembawa acara tidak langsung mengetahui kejadian karena sedang menerima panggilan telepon.
Radio Caroline kemudian menegur staf yang bertanggung jawab dan memindahkan file tersebut ke hard drive eksternal. Para penyiar serta staf juga kembali diingatkan mengenai prosedur penyiaran yang berlaku.







