Metapos.id, Jakarta – PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), meraih penghargaan tertinggi dalam ajang SDGs Innovation Accelerator for Young Professionals 2026 melalui inovasi GladiAgro: Next-Gen Soil Revival.
Inovasi yang dikembangkan untuk membantu memulihkan kesehatan tanah dan mendukung pertanian berkelanjutan tersebut meraih penghargaan Outstanding Distinguished Innovator yang diselenggarakan Indonesia Global Compact Network (IGCN).
Capaian ini sekaligus membuka kesempatan bagi GladiAgro untuk diperkenalkan dalam forum UN Global Compact di New York, Amerika Serikat, pada September 2026.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan GladiAgro dikembangkan untuk menjawab tantangan penurunan kualitas tanah pertanian yang dapat berdampak pada efektivitas pemupukan dan produktivitas pertanian.
“GladiAgro merupakan bagian dari upaya Petrokimia Gresik menghadirkan solusi atas persoalan kesehatan tanah. Kami ingin membantu petani memperbaiki kondisi lahan agar pemupukan menjadi lebih efektif, produktivitas meningkat, dan keberlanjutan pertanian tetap terjaga,” ujar Daconi.
GladiAgro Atasi Masalah Rendahnya Karbon Organik Tanah
Inovasi GladiAgro lahir dari perhatian Petrokimia Gresik terhadap kondisi tanah pertanian di Indonesia yang mengalami penurunan kualitas. Kondisi tersebut antara lain dipengaruhi penggunaan pupuk yang belum berimbang serta masih adanya praktik pembakaran limbah pertanian.
Petrokimia Gresik melakukan pengujian terhadap 40.282 sampel tanah sejak 2016 yang berasal dari 27 provinsi. Hasilnya menunjukkan 91,9 persen sampel memiliki kandungan karbon organik yang rendah.
Kondisi tersebut dapat menurunkan kualitas dan kesuburan tanah, mengurangi efektivitas pemupukan, serta membuat peningkatan produktivitas pertanian menjadi kurang optimal.
Untuk menjawab persoalan tersebut, GladiAgro memanfaatkan produk hayati berbasis mikroba unggul Petro Gladiator untuk mengolah limbah pertanian menjadi Nutrisi Organik Cair (NOC).
Nutrisi tersebut kemudian dikembalikan ke lahan untuk meningkatkan kandungan bahan organik, memperbaiki struktur tanah, sekaligus membantu memulihkan kesuburannya.
“GladiAgro menyasar akar permasalahan pertanian berupa rendahnya kesuburan tanah. Petro Gladiator berperan sebagai dekomposer untuk membantu meningkatkan kandungan bahan organik. Ketika kualitas tanah membaik, penyerapan unsur hara menjadi lebih optimal sehingga produktivitas pertanian dapat meningkat dan lahan lebih adaptif terhadap perubahan iklim,” jelas Daconi.
Diperkuat Teknologi AI
Dalam implementasinya, GladiAgro telah diterapkan di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada berbagai komoditas pangan dan hortikultura.
Program tersebut juga diperkuat dengan AgrooFertile App, aplikasi berbasis Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang mampu memberikan rekomendasi pemupukan berdasarkan komoditas.
Melalui aplikasi tersebut, petani dapat memperoleh rekomendasi pemupukan yang disesuaikan dengan komoditas dan kondisi lahan. Dengan begitu, pemupukan dapat dilakukan secara lebih presisi, efisien, dan ramah lingkungan.
GladiAgro juga memiliki potensi untuk direplikasi pada berbagai komoditas dan wilayah. Inovasi ini berkontribusi terhadap pencapaian sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 tentang ketahanan pangan, SDG 4 tentang peningkatan kapasitas petani, SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, SDG 15 tentang pemulihan ekosistem daratan, serta SDG 17 tentang penguatan kolaborasi multipihak.
Diikuti 72 Inovator Muda
Ajang SDGs Innovation Accelerator for Young Professionals 2026 dimulai pada Desember 2025 dan berlangsung selama enam bulan. Program tersebut diikuti 72 inovator muda dari 18 perusahaan.
Daconi mengatakan penghargaan yang diraih GladiAgro menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya Petrokimia Gresik dalam mengembangkan solusi agroindustri yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara seimbang.
“Penghargaan ini bukan menjadi tujuan akhir, melainkan motivasi bagi kami untuk terus menyempurnakan dan memperluas manfaat GladiAgro. Kami berharap inovasi ini dapat menjadi praktik baik dari Indonesia dalam mewujudkan pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan, sekaligus membantu petani menjawab tantangan kesehatan tanah dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” tutup Daconi.







