Metapos.id, Jakarta – Amerika Serikat mengumumkan bantuan senilai 15,5 juta dolar AS atau sekitar Rp276,2 miliar kepada Kolombia pascagempa M 7,4.
Bantuan tersebut diberikan untuk menangani dampak gempa yang mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin (10/08/2026). Dukungan berupa tempat penampungan darurat, makanan, serta kebutuhan lainnya.
“Kami akan membantu Presiden Abelardo de la Espriella dan pemerintahannya dalam mengidentifikasi kebutuhan di lapangan,” demikian pernyataan Departemen Luar Negeri AS, dikutip dari berbagai sumber, Selasa (11/08/2026).
Selain mengirim bantuan, AS menerjunkan tim Disaster Assistance Response Team (DART) ke Kolombia pada Selasa (11/08/2026). Tim tersebut ditugaskan untuk membantu operasi penyelamatan yang dilakukan otoritas setempat.
Kementerian Luar Negeri AS juga menyatakan akan terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar AS di Bogota. Washington turut memantau perkembangan kondisi di wilayah yang terdampak gempa.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio meminta warga negaranya yang berada di Kolombia untuk mendaftarkan diri melalui layanan Kementerian Luar Negeri AS. Mereka juga diminta mengikuti informasi dari Kedutaan Besar AS di Kolombia.
Dukungan internasional tidak hanya datang dari Washington. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan organisasi tersebut siap memberikan bantuan yang dibutuhkan Kolombia untuk menghadapi dampak bencana.
Sejumlah negara Amerika Latin dan Eropa, termasuk Argentina, El Salvador, Chile, Venezuela, Spanyol, dan Italia, juga menyampaikan solidaritas kepada masyarakat Kolombia.
Sementara itu, pemerintah Kolombia menetapkan keadaan darurat ekonomi secara nasional untuk mendukung penanganan bencana. Pemerintah juga berencana menggunakan Dana Nasional Penanganan Bencana dan menyiapkan pinjaman dari Bank Dunia untuk mendukung respons terhadap gempa.







