Metapos.id, Jakarta – TrendAI™ resmi meningkatkan kapabilitas regionalnya dengan meluncurkan pusat data lokal di Indonesia sebagai lokasi hosting platform keamanan siber berbasis AI, TrendAI Vision One™. Infrastruktur yang telah tersedia sejak 1 Juli 2026 itu menjadi pusat data regional ke-12 TrendAI secara global sekaligus memperkuat komitmen perusahaan terhadap transformasi digital yang aman di Indonesia.
Kehadiran pusat data lokal ini dinilai penting di tengah meningkatnya kebutuhan organisasi terhadap kepatuhan regulasi, terutama setelah pemberlakuan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) dan kebijakan lokalisasi data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Solusi tersebut ditujukan bagi sektor pemerintah, jasa keuangan, telekomunikasi, hingga infrastruktur penting yang membutuhkan pemrosesan data di dalam negeri.
Deputi Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Slamet Aji Pamungkas, menyambut investasi tersebut. “Inisiatif yang mendukung residensi data lokal akan memberdayakan sektor publik maupun swasta untuk mengadopsi teknologi canggih secara aman, sekaligus menjaga integritas dan kerahasiaan data nasional,” ujarnya.
Peluncuran ini juga sejalan dengan perubahan identitas global unit bisnis enterprise Trend Micro menjadi TrendAI™ pada Maret 2026. Transformasi tersebut menandai evolusi perusahaan dalam menghadirkan platform keamanan siber berbasis AI terpadu melalui TrendAI Vision One™.
Country Manager TrendAI™ Indonesia, Fetra Syahbana, mengatakan infrastruktur lokal menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung kebutuhan pelanggan di Indonesia. “Kami memberdayakan perusahaan-perusahaan Indonesia untuk memimpin masa depan AI dengan keamanan yang proaktif, tangguh secara lokal, dan dirancang untuk menghilangkan risiko,” katanya.
TrendAI memastikan seluruh data akun pelanggan serta telemetri keamanan TrendAI Vision One™ untuk Indonesia disimpan, diproses, termasuk proses pencadangan dan pemulihan bencana, sepenuhnya di dalam negeri. Langkah ini diharapkan membantu pelanggan memenuhi persyaratan residensi data tanpa kehilangan akses terhadap intelijen ancaman global TrendAI.
Selain memperkuat kepatuhan regulasi, infrastruktur lokal tersebut juga menghadirkan layanan dengan latensi lebih rendah serta tetap didukung deteksi ancaman berbasis AI. Platform ini mengintegrasikan Cyber Risk Exposure Management (CREM), Security Operations, dan threat hunting proaktif dengan dukungan lebih dari 450 peneliti keamanan serta Zero Day Initiative (ZDI).
Melalui pusat data lokal ini, TrendAI menargetkan perusahaan di Indonesia dapat memanfaatkan teknologi AI secara lebih aman sekaligus meningkatkan ketahanan siber nasional. Perusahaan juga menegaskan implementasi tersebut memberikan fondasi bagi organisasi untuk memenuhi regulasi yang semakin ketat tanpa mengorbankan akses terhadap ekosistem intelijen ancaman global.







