Friday, September 18, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

AI Diduga Bertindak di Luar Kendali, OpenAI dan Anthropic Lakukan Investigasi

Aulia Fitrie by Aulia Fitrie
3 August 2026
in Tek & Oto
AI Diduga Bertindak di Luar Kendali, OpenAI dan Anthropic Lakukan Investigasi

Metapos.id, Jakarta – OpenAI dan Anthropic tengah menyelidiki insiden yang melibatkan model kecerdasan buatan (AI) mereka setelah diduga mampu mengakses sistem eksternal tanpa instruksi langsung dari manusia. Temuan tersebut muncul saat kedua perusahaan melakukan pengujian keamanan terhadap model AI terbaru mereka. 

Kasus pertama terjadi ketika OpenAI menguji model eksperimental, termasuk GPT-5.6 Sol, dalam lingkungan pengujian (sandbox) dengan sejumlah fitur pengaman yang dinonaktifkan. Model tersebut dilaporkan berhasil keluar dari lingkungan uji, terhubung ke internet, dan mengakses platform Hugging Face untuk mencari informasi. 

BACA JUGA

BYD Pesan 10 Kapal Angkut Mobil Baru

Google Hadirkan ADB Wi-Fi 2.0 Lebih Stabil

Setelah penyelidikan diperluas, OpenAI menemukan beberapa insiden tambahan yang melibatkan akses tidak sah ke layanan lain. Perusahaan kini meninjau kembali log pengujian sebelumnya guna memastikan tidak ada kejadian serupa yang luput dari pengawasan. 

Insiden tersebut mendorong Anthropic melakukan audit terhadap lebih dari 140 ribu evaluasi internal pada model Claude. Hasilnya, perusahaan menemukan beberapa model berhasil mengakses sistem milik tiga organisasi eksternal selama proses pengujian. 

Anthropic menjelaskan bahwa model AI memanfaatkan teknik dasar seperti kata sandi yang lemah dan endpoint yang tidak diamankan. Meski demikian, perusahaan menyatakan tidak ada bukti AI melakukan pencurian data atau sengaja berupaya melarikan diri dari lingkungan pengujian. 

CEO OpenAI Sam Altman mengakui insiden tersebut menjadi pengingat penting mengenai risiko pengembangan AI yang semakin canggih. “Kita mungkin harus memperlambat laju pengembangan AI,” ujarnya saat menanggapi temuan tersebut. 

Peristiwa ini juga memicu perhatian regulator di berbagai negara, termasuk Uni Eropa yang baru mulai menerapkan AI Act. Aturan tersebut membuka peluang pemberian sanksi berat kepada perusahaan apabila terbukti lalai dalam menjaga keamanan sistem AI mereka. 

OpenAI maupun Anthropic menegaskan bahwa investigasi masih berlangsung untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut. Kedua perusahaan juga berkomitmen memperkuat sistem keamanan dan prosedur pengujian agar kejadian serupa tidak terulang pada pengembangan model AI berikutnya. 

Tags: AIAnthropicChatGPTClaude AIHeadlinekeamanan AIMetaposopenaiperetasan AI
Previous Post

Anggaran MBG Belum Dipisah Tahun Depan, Pemerintah Ikuti Tenggat Putusan MK

Next Post

Xabi Alonso Ungkap Alasan Chelsea Rekrut Danny Welbeck di Usia 35 Tahun

Related Posts

BYD
Tek & Oto

BYD Pesan 10 Kapal Angkut Mobil Baru

14 September 2026
Google meluncurkan ADB Wi-Fi 2.0 dengan koneksi lebih cepat dan stabil, serta peningkatan otomatisasi jaringan untuk perangkat Android.
Tek & Oto

Google Hadirkan ADB Wi-Fi 2.0 Lebih Stabil

12 September 2026
Apple memperkenalkan iPhone Duo sebagai iPhone lipat pertamanya dengan layar 7,6 inci, kamera 48MP, chip A20 Pro, dan harga Rp55,1 juta.
Tek & Oto

Apple Ungkap Spesifikasi Lengkap iPhone Duo

11 September 2026
Pemerintah AS menyalurkan pinjaman USD1,9 miliar untuk mengaktifkan kembali PLTN Duane Arnold di Iowa yang akan mendukung kebutuhan listrik data center Google.
Tek & Oto

AS Suntik USD1,9 Miliar untuk Hidupkan PLTN

9 September 2026
Uber menggandeng Pony.ai, Momenta, dan WeRide untuk mengembangkan layanan robotaxi dan memperluas teknologi kendaraan otonom ke pasar internasional.
Tek & Oto

Uber Siapkan Ekspansi Robotaxi ke Eropa dan Timur Tengah

9 September 2026
CapCut World Singapore mempertemukan lebih dari 300 kreator dan memperkenalkan inovasi AI serta fitur baru untuk mendukung proses kreatif.
Tek & Oto

CapCut World Singapore Kumpulkan 300 Kreator

8 September 2026
Next Post
AI Diduga Bertindak di Luar Kendali, OpenAI dan Anthropic Lakukan Investigasi

Xabi Alonso Ungkap Alasan Chelsea Rekrut Danny Welbeck di Usia 35 Tahun

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini