Metapos.id, Jakarta – Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol secara rutin, terutama dalam jumlah berlebihan, dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan otak. Sejumlah ahli menyebut konsumsi alkohol yang terlalu sering berisiko mempercepat proses penuaan otak dan menurunkan fungsi kognitif.
Dokter spesialis neurologi Lynette Gogol mengatakan minuman beralkohol kerap dianggap sebagai bagian dari gaya hidup atau cara untuk mengurangi stres. Namun, kebiasaan tersebut dapat menghambat proses penuaan otak yang sehat.
Menurutnya, alkohol dapat memengaruhi kesehatan pembuluh darah dengan meningkatkan tekanan darah, memicu peradangan, serta menambah risiko gangguan seperti fibrilasi atrium dan stroke. Kondisi tersebut dapat mengurangi kemampuan otak dalam mempertahankan fungsinya seiring bertambahnya usia.
Ahli saraf Zack Ramilevich menjelaskan bahwa alkohol bersifat neurotoksik atau dapat merusak sel saraf. Konsumsi alkohol dalam jangka panjang juga dapat mengganggu jaringan materi putih dan materi abu-abu yang berperan dalam proses berpikir, mengingat, mengendalikan emosi, hingga mengambil keputusan.
Selain itu, alkohol juga diketahui dapat mengganggu kualitas tidur. Meski membuat seseorang lebih cepat mengantuk, konsumsi alkohol dapat mengurangi fase tidur REM dan meningkatkan risiko gangguan tidur seperti mendengkur serta sleep apnea. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat memengaruhi daya ingat dan kemampuan kognitif.
Dampak lain yang perlu diperhatikan adalah terganggunya penyerapan vitamin penting, seperti vitamin B1, folat, dan vitamin B12 yang berperan dalam menjaga fungsi otak. Proses pemecahan alkohol juga menghasilkan asetaldehida, senyawa beracun yang dapat memicu stres oksidatif dan mempercepat kerusakan sel-sel otak.
Selain berdampak pada otak, konsumsi alkohol berlebihan juga dapat meningkatkan kadar lemak darah, memicu tekanan darah tinggi, merusak otot jantung, serta meningkatkan risiko obesitas dan penyakit metabolik.
Para ahli menilai mengurangi frekuensi dan jumlah konsumsi alkohol dapat menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan otak dan tubuh dalam jangka panjang.







