Metapos.id, Jakarta – Federasi Sepak Bola Inggris secara resmi menyatakan keberatan terhadap rencana Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang dikabarkan ingin membuka peluang masuknya investor swasta dalam pengelolaan Piala Dunia melalui pembentukan perusahaan afiliasi baru.
Sikap tersebut disampaikan setelah UEFA mengadakan rapat darurat yang dihadiri 55 federasi anggota. Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan bersama untuk menolak usulan yang dinilai dapat mengubah tata kelola sepak bola dunia.
Dalam pernyataannya, UEFA menegaskan bahwa seluruh tim nasional di bawah naungannya tidak akan ambil bagian dalam turnamen FIFA selama rencana tersebut masih dipertahankan. Ancaman boikot baru akan dicabut apabila FIFA membatalkan proposal itu serta memberikan jaminan bahwa kepemilikan swasta tidak akan masuk dalam pengelolaan kompetisi maupun struktur organisasinya.
Federasi Sepak Bola Inggris menyatakan berada di belakang keputusan UEFA. Menurut mereka, Piala Dunia merupakan warisan sepak bola yang harus dijaga untuk kepentingan olahraga, bukan dijadikan objek investasi bisnis.
Usulan yang memicu polemik itu berkaitan dengan pembentukan perusahaan bernama FIFA Forward Enterprise. Perusahaan tersebut direncanakan mengelola berbagai kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, dengan sebagian sahamnya disebut akan dilepas kepada investor swasta.
Presiden UEFA Aleksander Ceferin menilai rencana tersebut telah melewati batas kewajaran dan dikhawatirkan mengubah nilai-nilai dasar yang selama ini menjadi fondasi penyelenggaraan sepak bola internasional.
Jika ancaman boikot benar-benar direalisasikan, FIFA berpotensi kehilangan keikutsertaan sejumlah negara kuat Eropa seperti Inggris, Prancis, dan Spanyol pada penyelenggaraan Piala Dunia mendatang.
Meski demikian, FIFA dikabarkan tetap memiliki peluang menjalankan proyek tersebut apabila memperoleh dukungan mayoritas dari 211 federasi anggotanya, meski tanpa restu dari negara-negara anggota UEFA.
Gelombang penolakan juga disampaikan Wali Kota Manchester, Andy Burnham. Ia menegaskan bahwa sepak bola adalah milik para suporter dan tidak semestinya diperlakukan sebagai aset komersial yang dapat diperjualbelikan kepada investor.
Burnham menilai Piala Dunia merupakan ajang paling bergengsi dalam dunia sepak bola sehingga harus tetap dijaga sebagai kompetisi olahraga, bukan diubah menjadi komoditas bisnis.







