Thursday, October 22, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Hobi Scroll Berita Buruk di Media Sosial? Waspadai Risiko bagi Kesehatan Mental

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
19 July 2026
in Lifestyle & Health
Hobi Scroll Berita Buruk di Media Sosial? Waspadai Risiko bagi Kesehatan Mental

Metapos.id, Jakarta – Kebiasaan melihat atau scrolling konten negatif di media sosial secara berlebihan, yang dikenal sebagai doomscrolling, dapat berdampak buruk terhadap kesehatan mental. Aktivitas ini tidak hanya memicu kecemasan, tetapi juga berpotensi menurunkan kualitas tidur serta menyebabkan kelelahan emosional.

Sejumlah peneliti menjelaskan bahwa otak manusia memiliki kecenderungan alami untuk lebih memperhatikan informasi yang dianggap mengandung ancaman. Kondisi tersebut membuat seseorang terus terdorong mengikuti kabar atau unggahan negatif, meski hal itu justru meningkatkan tingkat stres.

BACA JUGA

Keanu Reeves dan Don Lee Bakal Beradu Aksi di Film Remake Terbaru

Ribuan Hektare Lahan Terbakar, Artis Desak Penanganan Karhutla

American Psychological Association mengungkapkan paparan informasi yang menimbulkan tekanan secara terus-menerus dapat memperparah rasa cemas. Jika kebiasaan ini dilakukan sebelum tidur, otak akan tetap berada dalam kondisi siaga sehingga tubuh lebih sulit beristirahat dengan optimal.

Di sisi lain, berbagai fitur media sosial seperti notifikasi, rekomendasi konten, dan infinite scroll membuat pengguna semakin sulit menghentikan aktivitas berselancar di dunia maya. Akibatnya, kemampuan untuk mempertahankan fokus dalam waktu lama juga dapat menurun.

Asisten Profesor Psikiatri Icahn School of Medicine at Mount Sinai, Naomi Dambreville, menjelaskan ketergantungan terhadap ponsel dapat dikenali dari kebiasaan terus memeriksa notifikasi, merasa takut tertinggal informasi (fear of missing out atau FOMO), hingga munculnya keluhan fisik seperti mata lelah, sakit kepala, sulit tidur, serta nyeri pada jempol maupun pergelangan tangan akibat penggunaan gawai yang berlebihan.

Untuk mengurangi dampak tersebut, para pakar menyarankan masyarakat mulai membatasi durasi penggunaan media sosial, menonaktifkan notifikasi yang tidak diperlukan, menghindari mengakses konten yang memicu stres sebelum tidur, serta mengganti waktu menatap layar dengan aktivitas yang lebih bermanfaat seperti membaca, berolahraga, atau berinteraksi langsung dengan keluarga dan teman.

Tags: detoks digitaldoomscrollingFOMOgangguan tidurkesehatan mentalmedia sosialMetapos.idstres
Previous Post

Bolehkah Penderita Diabetes Makan Roti? Simak Penjelasan Ahli Gizi

Next Post

Polemik Spanduk Falkland, Gedung Putih Dukung Argentina Meski FIFA Bersiap Bertindak

Related Posts

Keanu Reeves dan Don Lee Bakal Beradu Aksi di Film Remake Terbaru
Lifestyle & Health

Keanu Reeves dan Don Lee Bakal Beradu Aksi di Film Remake Terbaru

21 October 2026
Ribuan Hektare Lahan Terbakar, Artis Desak Penanganan Karhutla
Lifestyle & Health

Ribuan Hektare Lahan Terbakar, Artis Desak Penanganan Karhutla

21 October 2026
Jumanji: Open World dijadwalkan tayang pada 25 Desember 2026 dengan kembalinya Dwayne Johnson, Jack Black, Kevin Hart, dan Karen Gillan.
Lifestyle & Health

Jumanji: Open World Ungkap Poster Terbaru

21 October 2026
Napas Masih Terengah-engah Setelah Naik Tangga, Waspadai Kondisi Ini
Lifestyle & Health

Napas Masih Terengah-engah Setelah Naik Tangga, Waspadai Kondisi Ini

21 October 2026
Tokopedia dan TikTok Shop Fasilitasi Sertifikasi Halal 150 UMKM
Lifestyle & Health

Tokopedia dan TikTok Shop Fasilitasi Sertifikasi Halal 150 UMKM

20 October 2026
Peneliti Australia mengembangkan pendekatan untuk menargetkan fusi gen pemicu kanker, membuka peluang terapi yang disesuaikan dengan profil genetik tumor pasien.
Lifestyle & Health

Teknologi Fusi Gen Buka Peluang Pengobatan Kanker Personal

20 October 2026
Next Post
Polemik Spanduk Falkland, Gedung Putih Dukung Argentina Meski FIFA Bersiap Bertindak

Polemik Spanduk Falkland, Gedung Putih Dukung Argentina Meski FIFA Bersiap Bertindak

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini