Wednesday, September 2, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Mengapa 3 Pulau Ini Jadi Rebutan AS dan Iran? Ini Penjelasannya

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
18 July 2026
in Internasional
Kolang-kaling Baik untuk Kulit, Tapi Benarkah Mengandung Kolagen?

Metapos.id, Jakarta – Tiga pulau kecil di kawasan Teluk Persia kembali menjadi sorotan di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Abu Musa, Greater Tunb, dan Lesser Tunb dinilai memiliki posisi strategis yang dapat memengaruhi jalannya konflik karena berada di dekat Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia.

Selat Hormuz merupakan pintu keluar masuk bagi ekspor minyak dari negara-negara Teluk menuju pasar global. Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia dikirim melalui jalur tersebut sehingga setiap gangguan di kawasan ini dapat berdampak pada harga energi internasional.

BACA JUGA

AS Ambil Alih Ladang Minyak Rusia-China di Venezuela

Turki, Pakistan, Saudi Bentuk Sekretariat Pakta Makkah

Iran menguasai ketiga pulau tersebut sejak 1971 setelah Inggris menarik pasukannya dari kawasan Teluk. Namun, Uni Emirat Arab (UEA) hingga kini masih mengklaim Abu Musa, Greater Tunb, dan Lesser Tunb sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Iran memperkuat kehadiran militernya di ketiga pulau itu dengan membangun pangkalan, sistem pertahanan udara, hingga fasilitas rudal. Langkah tersebut meningkatkan kemampuan Teheran untuk memantau lalu lintas kapal maupun aktivitas militer di sekitar Selat Hormuz.

Apabila terjadi konflik terbuka dengan Amerika Serikat, posisi tiga pulau tersebut dinilai dapat menjadi faktor penting dalam strategi pertahanan Iran. Dari lokasi itu, Iran memiliki kemampuan untuk mengawasi bahkan berpotensi mengganggu pelayaran kapal-kapal yang melintasi kawasan tersebut.

Bagi Amerika Serikat dan negara-negara Barat, kebebasan navigasi di Selat Hormuz merupakan kepentingan strategis. Gangguan terhadap jalur tersebut dapat menghambat distribusi minyak dunia dan memicu gejolak ekonomi global, termasuk kenaikan harga energi.

Selain memiliki nilai militer, ketiga pulau tersebut juga menyimpan nilai geopolitik yang tinggi karena menjadi simbol sengketa wilayah antara Iran dan Uni Emirat Arab. Perselisihan yang belum terselesaikan selama puluhan tahun membuat kawasan ini terus menjadi salah satu titik panas di Timur Tengah.

Meski demikian, para analis menilai konflik besar di kawasan tersebut masih dapat dihindari apabila seluruh pihak menahan diri dan mengedepankan jalur diplomasi. Selama ketegangan AS-Iran masih berlangsung, Abu Musa, Greater Tunb, dan Lesser Tunb diperkirakan akan tetap menjadi wilayah yang diawasi dunia karena pengaruhnya terhadap keamanan dan stabilitas pasar energi global.

Tags: Abu MusaAS IranGreater TunbHeadlineLesser TunbMetapos.idSelat HormuzTeluk Persia
Previous Post

Terbongkar! Kebijakan Kepala BGN Lama Tetapkan MBG Tetap Jalan saat Libur Nasional

Next Post

Newcastle Bidik Carl Rushworth, Pembicaraan dengan Brighton Dimulai

Related Posts

Perusahaan AS NABEP akan mengambil alih sejumlah ladang minyak Venezuela yang sebelumnya dikelola perusahaan China dan Rusia dalam kesepakatan Washington-Caracas.
Internasional

AS Ambil Alih Ladang Minyak Rusia-China di Venezuela

2 September 2026
Turki, Pakistan, dan Arab Saudi sepakat membentuk sekretariat untuk memperkuat kerja sama pertahanan berdasarkan Pakta Pertahanan Makkah.
Internasional

Turki, Pakistan, Saudi Bentuk Sekretariat Pakta Makkah

2 September 2026
Donald Trump
Internasional

Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz

29 August 2026
Raja Norwegia Harald V meninggal dunia di usia 89 tahun setelah sempat berada dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan di rumah sakit.
Internasional

Raja Harald V Norwegia Meninggal Dunia

28 August 2026
Trump Bicara Ancaman Rusia: Putin Tak Akan Serang NATO
Internasional

Trump Bicara Ancaman Rusia: Putin Tak Akan Serang NATO

28 August 2026
Pangeran Harry
Internasional

Harry dan Meghan Kembali ke Inggris

28 August 2026
Next Post
Kolang-kaling Baik untuk Kulit, Tapi Benarkah Mengandung Kolagen?

Newcastle Bidik Carl Rushworth, Pembicaraan dengan Brighton Dimulai

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini