Metapos.id, Jakarta – Gianni Infantino merupakan sosok yang memimpin FIFA sejak 26 Februari 2016. Namanya semakin dikenal publik setiap kali turnamen besar, termasuk Piala Dunia, digelar.
FIFA atau Fédération Internationale de Football Association merupakan induk organisasi sepak bola dunia yang bertugas mengatur berbagai kompetisi internasional serta kebijakan olahraga tersebut. Organisasi ini dipimpin oleh seorang presiden yang bertanggung jawab atas arah dan tata kelola FIFA.
Infantino terpilih sebagai Presiden FIFA melalui Kongres Luar Biasa yang berlangsung di Zurich, Swiss. Ia menggantikan Sepp Blatter setelah organisasi tersebut menghadapi krisis tata kelola.
Pria kelahiran Brig, Swiss, pada 23 Maret 1970 itu berasal dari keluarga keturunan Italia. Ia menyelesaikan pendidikan hukum di Universitas Fribourg dan meraih gelar sarjana hukum. Selain itu, Infantino dikenal menguasai sejumlah bahasa asing, antara lain Inggris, Prancis, Jerman, Spanyol, Portugis, dan Arab.
Sebelum memimpin FIFA, Infantino berkarier sebagai penasihat hukum bagi sejumlah klub sepak bola di Italia, Spanyol, dan Swiss. Pada 2000, ia bergabung dengan UEFA untuk menangani bidang hukum dan regulasi organisasi.
Kariernya di UEFA berkembang pesat. Pada 2007, ia ditunjuk sebagai Wakil Sekretaris Jenderal sebelum dipercaya mengemban jabatan Sekretaris Jenderal UEFA dua tahun kemudian.
Selama bertugas di UEFA, Infantino turut mendorong lahirnya sejumlah kebijakan penting, termasuk penerapan aturan Financial Fair Play. Ia juga berperan dalam penambahan jumlah peserta putaran final Piala Eropa dari 16 menjadi 24 tim serta penyelenggaraan Euro 2020 yang berlangsung di sejumlah negara.
Rekam jejak tersebut menjadi modal penting bagi Infantino hingga akhirnya terpilih sebagai Presiden FIFA pada 2016. Di bawah kepemimpinannya, FIFA melakukan sejumlah reformasi, salah satunya memperluas jumlah peserta Piala Dunia menjadi 48 tim yang mulai diterapkan pada edisi 2026.







