Metapos.id, Jakarta – Hubungan antara Israel dan Iran kembali memanas setelah Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyebut Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, sebagai salah satu sasaran yang dibidik dalam operasi militer Israel. Pernyataan tersebut langsung mendapat reaksi tegas dari pemerintah Iran.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Teheran tidak akan membiarkan ancaman terhadap rakyat maupun para pemimpinnya berlalu tanpa balasan. Dalam pernyataannya melalui platform X, Araghchi menegaskan setiap ancaman akan direspons secara cepat dan keras.
Ia juga menyinggung dukungan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terhadap Israel. Menurut Araghchi, apabila Tel Aviv tetap melanjutkan ancamannya, Iran siap mengambil langkah balasan yang disebutnya akan menjadi peringatan bagi Israel.
Sebelumnya, media Israel melaporkan Israel Katz menyampaikan bahwa Mojtaba Khamenei masuk dalam daftar target Israel. Hingga saat ini, belum ada penjelasan tambahan dari pihak Katz terkait pernyataan tersebut.
Mojtaba Khamenei sendiri belum terlihat di ruang publik sejak dilantik sebagai Pemimpin Tertinggi Iran pada awal Maret 2026. Ia menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan Israel pada akhir Februari.
Dalam pernyataan lain, Katz menegaskan bahwa setiap pemimpin yang ditunjuk Teheran dan dinilai tetap menjalankan kebijakan yang dianggap mengancam Israel, Amerika Serikat, serta negara-negara di kawasan akan menjadi sasaran tindakan Israel.







