Metapos.id, Jakarta – China diprediksi akan menjadi pemasok utama robot humanoid ke berbagai negara dalam beberapa tahun ke depan. Proyeksi tersebut membuat Amerika Serikat semakin mewaspadai persaingan teknologi dari Negeri Tirai Bambu.
Laporan Morgan Stanley memperkirakan pasar robot humanoid China akan tumbuh sangat pesat seiring kemajuan teknologi kecerdasan buatan dan otomasi. Robot-robot tersebut diproyeksikan digunakan di sektor manufaktur, logistik, layanan, hingga perawatan lansia.
Berbeda dengan robot industri konvensional, robot humanoid dirancang menyerupai bentuk manusia sehingga mampu menjalankan berbagai tugas dengan lebih fleksibel. Teknologi ini dinilai berpotensi mengubah cara dunia bekerja dalam beberapa dekade mendatang.
China saat ini terus memperkuat ekosistem robotika melalui investasi besar, dukungan pemerintah, serta kolaborasi antara perusahaan teknologi dan lembaga riset. Langkah tersebut membuat negara itu semakin unggul dalam pengembangan robot generasi baru.
Dominasi China di sektor robot humanoid memunculkan kekhawatiran di Amerika Serikat terkait persaingan industri berteknologi tinggi. Selain aspek ekonomi, perkembangan ini juga dipandang memiliki dampak strategis terhadap keseimbangan teknologi global.
Morgan Stanley menilai biaya produksi robot humanoid akan terus menurun sehingga adopsinya diperkirakan semakin luas. Kondisi tersebut membuka peluang ekspor besar bagi perusahaan-perusahaan teknologi asal China.
Apabila tren ini berlanjut, robot humanoid diprediksi akan menjadi bagian penting dari aktivitas industri di berbagai negara. Kehadirannya diyakini mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mengatasi kekurangan tenaga kerja di sejumlah sektor.
Persaingan dalam industri robot humanoid diperkirakan akan semakin sengit dalam beberapa tahun mendatang. China dan Amerika Serikat dipandang sebagai dua kekuatan utama yang akan menentukan arah perkembangan teknologi robot global.







