Metapos.id, Jakarta – Sidang lanjutan perkara pengadaan Chromebook dengan agenda pembacaan duplik digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Selasa, 23 Juni 2026. Dalam persidangan tersebut, Nadiem Makarim bersama tim kuasa hukumnya menyampaikan tanggapan atas replik penuntut umum sekaligus memaparkan sejumlah bukti pembelaan.
Nadiem menjelaskan perjalanan kasus yang menjeratnya sejak sebelum menjabat sebagai menteri hingga proses persidangan berlangsung. Ia mengaku menyertakan transkrip percakapan WhatsApp selama lima tahun masa jabatannya sebagai bagian dari bukti yang menunjukkan adanya budaya keterbukaan dalam pengambilan kebijakan.
Dalam dupliknya, Nadiem menilai tuntutan terhadap dirinya melampaui batas dan tidak sebanding dengan fakta yang disampaikan dalam persidangan. Ia juga menyoroti bahwa kebijakan penggunaan sistem operasi gratis yang dipermasalahkan diklaim mampu menghemat anggaran negara hingga sedikitnya Rp3,6 triliun.
Kuasa hukum Nadiem, Ari Yusuf Amir, menyebut masih banyak poin dalam nota pembelaan yang tidak ditanggapi oleh jaksa dalam replik. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan adanya sejumlah argumentasi pembelaan yang belum dijawab secara substantif oleh pihak penuntut umum.
Usai persidangan, Nadiem mengaku kecewa terhadap proses hukum yang sedang dihadapinya. Ia menggambarkan situasi tersebut sebagai sesuatu yang telah melampaui batas etika dan moral serta berharap proses peradilan dapat berjalan secara adil.
Nadiem juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang terus memberikan dukungan selama proses hukum berlangsung. Ia menilai dukungan publik memiliki peran penting agar berbagai persoalan hukum dapat terus menjadi perhatian dan tidak berlalu begitu saja.
Di tengah pernyataannya, Nadiem turut menyampaikan rasa hormat kepada mahasiswa yang menyuarakan aspirasi melalui aksi demonstrasi. Menurutnya, keberanian generasi muda untuk menyampaikan kritik menjadi bukti bahwa mereka masih memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa.
Ia berharap aksi mahasiswa tetap berlangsung secara damai dan seluruh peserta demonstrasi selalu mendapat perlindungan. Nadiem juga menyampaikan keyakinannya bahwa generasi muda Indonesia memiliki peran besar dalam membangun masa depan bangsa yang lebih baik melalui partisipasi aktif dan kepedulian terhadap berbagai isu publik.







