Monday, September 14, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Kemunculan Perdana Dr. Hussam Abu Safiya di Sidang Virtual Tuai Sorotan

Aulia Fitrie by Aulia Fitrie
15 June 2026
in Internasional
Kemunculan Perdana Dr. Hussam Abu Safiya di Sidang Virtual Tuai Sorotan

Metapos.id, Jakarta – Suasana sidang di Mahkamah Agung Israel mendadak menjadi perhatian ketika Dr. Hussam Abu Safiya muncul melalui sambungan virtual dari tempat penahanannya. Kemunculan tersebut menjadi penampilan publik pertamanya setelah lebih dari satu tahun berada dalam tahanan militer.

Dr. Abu Safiya dikenal sebagai Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza Utara yang selama konflik bertugas menangani pasien dan korban luka. Kehadirannya dalam persidangan langsung menarik perhatian keluarga serta berbagai pihak yang mengikuti perkembangan kasus tersebut.

BACA JUGA

Saudi Terdesak Houthi, Mengapa Trump Pilih Mundur?

Putin, Xi dan Presiden Iran Bertemu di India

Dalam tayangan sidang, kondisi fisik Dr. Abu Safiya tampak mengalami perubahan signifikan dibandingkan sebelum penahanannya. Kedua tangan dan kakinya terlihat diborgol, sementara penampilannya dinilai menunjukkan penurunan kondisi kesehatan.

Putranya, Ilyas Abu Safiya, mengaku keluarganya sangat terpukul setelah menyaksikan sidang tersebut. Menurutnya, sang ayah menjelaskan kepada hakim bahwa dirinya merupakan dokter anak yang menjalankan tugas kemanusiaan untuk merawat pasien dan korban konflik.

Ilyas menegaskan bahwa ayahnya ditangkap saat masih menjalankan tugas medis di rumah sakit. Ia menilai penahanan tersebut dilakukan ketika Dr. Abu Safiya sedang bekerja dalam kapasitas yang dilindungi hukum humaniter internasional.

Dokter tersebut diketahui ditangkap pada 27 Desember 2024 setelah dibawa keluar dari Rumah Sakit Kamal Adwan. Sejak saat itu, informasi mengenai kondisi dan keberadaannya sangat terbatas dan jarang diketahui publik.

Dalam persidangan, Dr. Abu Safiya juga mengungkapkan keluhan kesehatan yang dialaminya selama masa penahanan. Ia menyebut mengalami nyeri kronis pada bagian punggung dan leher yang menurut keterangannya berkaitan dengan kekerasan fisik selama proses interogasi.

Kasus ini kembali memunculkan perhatian terhadap kondisi tenaga medis yang bekerja di wilayah konflik. Berbagai organisasi dan pihak terkait terus menyerukan perlindungan terhadap tenaga kesehatan serta penghormatan terhadap prinsip-prinsip hukum humaniter internasional.

Tags: dokter GazaGazaGaza UtaraHussam Abu SafiyaKonflik GazaMetapos.idRumah Sakit Kamal Adwansidang virtual
Previous Post

RDP Komisi IX dan BGN Fokus pada Rencana Anggaran Tahun 2027

Next Post

Sering Sakit Kepala? 6 Langkah Sederhana Ini Bisa Membantu Meredakan

Related Posts

Saudi Terdesak Houthi, Mengapa Trump Pilih Mundur?
Internasional

Saudi Terdesak Houthi, Mengapa Trump Pilih Mundur?

14 September 2026
Putin, Xi Jinping, dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dijadwalkan bertemu di India dalam momentum KTT BRICS di tengah konflik global.
Internasional

Putin, Xi dan Presiden Iran Bertemu di India

11 September 2026
Kapal feri M/V June Aster terbakar di perairan Palawan, Filipina. Lima orang tewas dan puluhan lainnya masih dalam pencarian.
Internasional

Feri Terbakar di Filipina, 5 Tewas

10 September 2026
Pakar meragukan klaim Donald Trump bahwa perang AS-Iran akan berakhir setelah pemilu sela Amerika Serikat pada November 2026.
Internasional

Pakar Ragukan Perang Iran Berakhir Usai Pemilu AS

10 September 2026
Kasus Ebola di Kongo mencapai 6.757 dengan 3.267 kematian sejak awal wabah. Inggris menyalurkan bantuan untuk memperkuat penanganan.
Internasional

Wabah Ebola Kongo Capai 3.267 Kematian

10 September 2026
Sebanyak 110 warga negara asing yang menjadi buron Interpol diketahui bersembunyi di Korea Selatan, dengan kasus penipuan menjadi pelanggaran terbanyak.
Internasional

110 Buron Interpol Terdeteksi Bersembunyi di Korea Selatan

9 September 2026
Next Post
Sering Sakit Kepala? 6 Langkah Sederhana Ini Bisa Membantu Meredakan

Sering Sakit Kepala? 6 Langkah Sederhana Ini Bisa Membantu Meredakan

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini