Metapos.id, Jakarta – Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menginstruksikan militer Israel untuk memperdalam dan memperluas operasi di wilayah Lebanon yang dikuasai Hizbullah. Arahan tersebut disampaikan melalui rekaman video resmi yang dirilis pada 31 Mei 2026.
Perintah itu muncul setelah pasukan Israel berhasil menguasai kawasan Beaufort Ridge beserta kastil strategis yang berada di puncaknya. Wilayah tersebut terletak di Lebanon selatan dan berada di luar zona keamanan yang sebelumnya disepakati dalam gencatan senjata.
Netanyahu menyatakan bahwa operasi militer akan terus diperluas untuk memperkuat posisi Israel di wilayah yang baru direbut. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari perubahan kebijakan yang lebih agresif dalam menghadapi ancaman keamanan.
Sebagai tindak lanjut dari kebijakan tersebut, pasukan darat Israel dilaporkan telah menyeberangi Litani River. Pergerakan itu memungkinkan militer Israel mengambil alih sejumlah titik strategis termasuk kawasan Beaufort.
Menurut Netanyahu, fokus utama saat ini adalah memperkuat kendali serta sistem pertahanan di lokasi-lokasi yang telah berhasil dikuasai. Ia menilai keberhasilan merebut Beaufort sebagai pencapaian penting bagi strategi keamanan Israel.
Dalam pernyataannya, Netanyahu menggambarkan operasi terbaru sebagai tahap yang dramatis dalam kebijakan pemerintahannya. Ia menegaskan bahwa perubahan tersebut mencerminkan pendekatan baru terhadap situasi keamanan di kawasan perbatasan.
Selain membahas perkembangan operasi militer, Netanyahu juga mengungkapkan klaim terkait kerugian yang dialami Hizbullah. Ia menyebut sekitar 8.000 anggota kelompok tersebut telah terbunuh sejak konflik yang meluas pada Oktober 2023.
Netanyahu juga mengklaim sekitar 700 anggota Hizbullah dilumpuhkan dalam satu bulan terakhir. Perkembangan ini menunjukkan ketegangan di perbatasan Israel-Lebanon masih tinggi meski sebelumnya sempat diberlakukan kesepakatan gencatan senjata.







