Metapos.id, Jakarta – Umat Islam akan merayakan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah pada Rabu, 27 Mei 2026. Salah satu ibadah yang dianjurkan pada hari tersebut adalah melaksanakan Sholat Idul Adha.
Pelaksanaan Sholat Idul Adha biasanya berlangsung pada pagi hari. Waktu pelaksanaannya dimulai setelah matahari terbit hingga sebelum matahari memasuki waktu zawal atau tergelincir ke arah barat.
Para ulama menyarankan agar sholat Idul Adha dilaksanakan lebih awal. Dengan demikian, umat Islam memiliki waktu yang cukup untuk melaksanakan penyembelihan hewan kurban setelah ibadah selesai.
Dalam berbagai riwayat, Rasulullah SAW melaksanakan sholat Id di area terbuka atau tanah lapang. Meski demikian, pelaksanaan di masjid tetap diperbolehkan apabila kondisi cuaca kurang mendukung atau kapasitas tempat terbatas.
Pandangan Ulama Mengenai Hukumnya
Para ulama dari sejumlah mazhab memiliki pandangan yang berbeda terkait hukum Sholat Idul Adha.
Mazhab Syafi’i dan Maliki menempatkan ibadah ini sebagai sunnah muakkad, yaitu amalan yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan oleh umat Islam.
Sementara itu, ulama Hanbali berpendapat bahwa Sholat Idul Adha berstatus fardhu kifayah. Artinya, kewajiban tersebut dianggap telah terpenuhi apabila sudah dilaksanakan oleh sebagian kaum Muslimin.
Berbeda dengan dua pendapat sebelumnya, mazhab Hanafi menilai Sholat Idul Adha sebagai ibadah yang wajib dilakukan oleh setiap Muslim yang memenuhi ketentuan syariat.
Walaupun terdapat perbedaan pendapat, mayoritas ulama lebih cenderung menguatkan pandangan bahwa Sholat Idul Adha termasuk sunnah muakkad.
Boleh Dilaksanakan Sendiri
Sholat Idul Adha lebih dianjurkan untuk dikerjakan secara berjamaah. Namun, pelaksanaannya tidak mutlak harus bersama-sama.
Seseorang tetap dapat menunaikan Sholat Idul Adha secara sendiri apabila memiliki halangan yang membuatnya tidak bisa mengikuti sholat berjamaah di masjid atau lapangan.
Tata Cara Pelaksanaan
Sholat Idul Adha terdiri dari dua rakaat.
Pada rakaat pertama, jamaah melakukan takbiratul ihram yang kemudian dilanjutkan dengan tujuh kali takbir tambahan. Setelah membaca Surah Al-Fatihah, jamaah dapat melanjutkan dengan membaca surah pilihan.
Usai menyelesaikan rakaat pertama, sholat dilanjutkan ke rakaat kedua sebagaimana tata cara sholat pada umumnya.
Di rakaat kedua, jamaah kembali membaca lima kali takbir tambahan sebelum membaca Surah Al-Fatihah dan surah pilihan. Setelah itu, sholat diteruskan hingga salam.
Selain membaca takbir tambahan, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak bacaan tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir di sela-sela pelaksanaannya.
Niat Sholat Idul Adha
Niat Sholat Idul Adha Sendiri
Ushalli sunnatan li Idil Adha rak’atayni adā’an lillāhi ta’ālā.
Artinya: “Saya berniat melaksanakan sholat sunnah Idul Adha dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Niat Sholat Idul Adha Sebagai Makmum
Usholli sunnatan li’idil Adha rak’atayni ma’muman lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya berniat melaksanakan sholat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
Niat Sholat Idul Adha Sebagai Imam
Usholli sunnatan li’idil Adha rak’atayni imaman lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya berniat melaksanakan sholat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”
Dengan memahami ketentuan dan tata cara pelaksanaannya, umat Islam dapat menjalankan Sholat Idul Adha dengan lebih baik sesuai tuntunan syariat.






