Metapos.id, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menanggapi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dengan gaya santai saat berbicara di hadapan sejumlah pejabat dan pengusaha. Dalam kesempatan tersebut, ia sempat bercanda mengenai beberapa menteri Kabinet Merah Putih yang memiliki latar belakang pengusaha dan kerap bepergian ke luar negeri.
Prabowo menyebut beberapa nama seperti Titiek Soeharto, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, hingga Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani. Ia berseloroh bahwa mereka kemungkinan lebih merasakan dampak penguatan dolar AS karena aktivitas internasional yang cukup tinggi.
Selain para menteri, Prabowo juga menyinggung Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Anindya Bakrie. Menurutnya, kalangan pengusaha tentu lebih memikirkan kondisi kurs rupiah yang terus tertekan.
Meski demikian, Prabowo tetap optimistis terhadap kondisi ekonomi nasional. Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang cukup kuat untuk menghadapi tantangan global dan meminta seluruh jajaran pemerintah tetap kompak menjaga stabilitas ekonomi.
Saat ini, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah tercatat berada di kisaran Rp 17.596. Angka tersebut lebih tinggi dibanding asumsi kurs dalam APBN 2026 yang dipatok sebesar Rp 16.500 per dolar AS.






