Metapos.id, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya menjaga cadangan pangan nasional di tengah situasi ekonomi global yang belum stabil. Ia meminta Perum Bulog memastikan pasokan kebutuhan pokok masyarakat tetap aman sebelum membuka peluang ekspor ke luar negeri.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan ribuan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu. Dalam kesempatan itu, ia menyebut Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang cukup baik dalam menjaga ketersediaan pangan dibanding sejumlah negara lain yang tengah mengalami tekanan krisis.
Menurut Presiden, meningkatnya ketertarikan negara lain terhadap komoditas pangan Indonesia menjadi bukti bahwa sektor pertanian nasional memiliki potensi besar. Namun demikian, pemerintah tetap mengutamakan kebutuhan masyarakat dalam negeri agar stabilitas pangan tetap terjaga.
Prabowo mengatakan keberhasilan menjaga ketahanan pangan tidak terlepas dari kontribusi banyak pihak, termasuk petani, pemerintah daerah, hingga aparat TNI dan Polri yang ikut mendukung program pertanian nasional. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kekuatan utama dalam mendorong terciptanya swasembada pangan.
Ia juga menilai kemandirian pangan menjadi langkah strategis agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada impor ketika situasi global mengalami gangguan. Karena itu, pemerintah terus memperkuat program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai sarana distribusi hasil pertanian dan penggerak ekonomi masyarakat desa.
Selain membantu menjaga kestabilan harga, koperasi desa diharapkan mampu memperluas akses pemasaran hasil panen petani sehingga kesejahteraan masyarakat pedesaan dapat meningkat secara bertahap.
Dalam pidatonya, Presiden turut menyinggung dampak konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok dunia yang menyebabkan beberapa negara mulai membatasi ekspor pangan mereka. Kondisi tersebut dinilai menjadi pengingat penting bagi Indonesia untuk terus memperkuat sektor pertanian nasional.
Saat ini pemerintah telah membangun ribuan gerai koperasi dan menargetkan puluhan ribu unit tambahan dapat beroperasi dalam beberapa tahun mendatang. Program tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.







