Monday, August 10, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Food Noise Jadi Tantangan Baru dalam Penanganan Obesitas

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
8 May 2026
in Lifestyle & Health
Food Noise Jadi Tantangan Baru dalam Penanganan Obesitas

Metapos.id, Jakarta – Fenomena food noise kini menjadi perhatian dalam pembahasan penanganan obesitas di Indonesia.

Food noise merupakan dorongan pikiran terus-menerus tentang makanan, bahkan saat tubuh sebenarnya tidak membutuhkan asupan tambahan.

BACA JUGA

Anak Indonesia Habiskan Berjam-jam di Depan Layar, Ini Dampaknya

Lagi Marah Jangan Langsung Posting, Ini Saran Psikolog Agar Tak Menyesal

Kondisi tersebut dinilai berbeda dengan rasa lapar biasa karena berkaitan dengan mekanisme biologis tubuh dan respons otak terhadap makanan.

Dalam diskusi media bertajuk “Food Noise Mereda, Berat Badan Terjaga”, para ahli menilai kondisi ini sering menjadi hambatan utama dalam upaya penurunan berat badan.

Berdasarkan World Obesity Atlas 2022, Indonesia menempati posisi ketiga dengan prevalensi obesitas tertinggi di Asia Tenggara.

Wakil Sekretaris Jenderal PP PDGKI, dr. Iflan Nauval, mengatakan obesitas bukan sekadar persoalan disiplin atau pola makan semata.

“Banyak orang dengan obesitas sudah berusaha keras, tetapi tetap merasa kesulitan karena tantangannya bukan hanya soal disiplin, melainkan juga biologi tubuh yang kompleks,” ujarnya.

Ia menjelaskan pendekatan penanganan obesitas kini bergeser dari sekadar menghitung kalori menjadi memperbaiki mekanisme biologis tubuh.

Salah satu inovasi medis yang kini banyak digunakan adalah terapi GLP-1 receptor agonist atau GLP-1 RA yang membantu mengatur sinyal lapar dan kenyang di otak.

Terapi tersebut dinilai mampu membantu mengurangi rasa lapar, menekan keinginan makan berlebih, serta mendukung penurunan berat badan yang lebih berkualitas.

Tags: food noiseGLP-1 RAMetapos.idnovo nordiskObesitaspenurunan berat badan
Previous Post

Kemenkes Catat 23 Kasus Hantavirus di Indonesia dalam Tiga Tahun

Next Post

CSIS Sebut Program MBG Dorong Ekonomi Rakyat dan UMKM

Related Posts

Anak Indonesia Habiskan Berjam-jam di Depan Layar, Ini Dampaknya
Lifestyle & Health

Anak Indonesia Habiskan Berjam-jam di Depan Layar, Ini Dampaknya

10 August 2026
Lagi Marah Jangan Langsung Posting, Ini Saran Psikolog Agar Tak Menyesal
Lifestyle & Health

Lagi Marah Jangan Langsung Posting, Ini Saran Psikolog Agar Tak Menyesal

9 August 2026
Jangan Diabaikan, 7 Tanda Tubuh Perempuan Mulai Kekurangan Zat Besi
Lifestyle & Health

Jangan Diabaikan, 7 Tanda Tubuh Perempuan Mulai Kekurangan Zat Besi

9 August 2026
Lionel Messi Berduka, Sang Ayah Jorge Messi Meninggal Dunia
Lifestyle & Health

Lionel Messi Berduka, Sang Ayah Jorge Messi Meninggal Dunia

9 August 2026
Jangan Heran Mimpi Terasa Nyata Saat Tidur Lagi di Pagi Hari
Lifestyle & Health

Jangan Heran Mimpi Terasa Nyata Saat Tidur Lagi di Pagi Hari

9 August 2026
Sophia KATSEYE Rehat dari Aktivitas Grup demi Kesehatan Mental
Lifestyle & Health

Sophia KATSEYE Rehat dari Aktivitas Grup demi Kesehatan Mental

8 August 2026
Next Post
Pemerintah Ambil Langkah Cepat Cegah Insiden Keamanan Pangan Terulang di Program MBG

CSIS Sebut Program MBG Dorong Ekonomi Rakyat dan UMKM

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini