Metapos.id, Jakarta – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung menurunkan tim khusus untuk menyelidiki kematian harimau sumatera di Kabupaten Mukomuko. Proses dilakukan dengan melibatkan dokter hewan guna memastikan penyebab kematian.
Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Bengkulu-Lampung, Said Jauhari, menyampaikan tim telah diberangkatkan dari Kota Bengkulu. Mereka menuju lokasi penemuan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan.
Harimau tersebut ditemukan dalam kondisi mati di aliran anak sungai di Desa Bukit Makmur, Kecamatan Penarik. Tim saat ini masih mengumpulkan data terkait kondisi bangkai dan lokasi kejadian.
Pemeriksaan dilakukan melalui proses nekropsi guna mengetahui penyebab kematian secara ilmiah. Langkah ini penting untuk memastikan apakah terdapat unsur alami atau faktor lain.
Selain harimau, BKSDA juga menangani kasus kematian dua gajah sumatera di wilayah yang sama. Kedua gajah tersebut terdiri dari induk dan anak yang diperkirakan masih berusia di bawah satu tahun.
Tim tambahan diterjunkan untuk melakukan identifikasi di kawasan hutan produksi Air Teramang. Penanganan melibatkan berbagai pihak, termasuk kepolisian, TNI, dan petugas kehutanan.
Dokter hewan turut dilibatkan dalam proses identifikasi dan nekropsi terhadap gajah. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan penyebab kematian secara menyeluruh.
Saat ini, seluruh tim masih bekerja di lapangan untuk mengumpulkan data dan fakta pendukung. Hasil investigasi diharapkan dapat memberikan kejelasan terkait kematian satwa dilindungi tersebut.







