Metapos.id, Jakarta – Panglima TNI, Agus Subiyanto menginstruksikan seluruh prajurit di Lebanon untuk berlindung di bungker. Keputusan ini muncul setelah tiga prajurit gugur dalam serangan Israel.
Selanjutnya, ia langsung menghentikan semua aktivitas di luar markas. Ia menegaskan bahwa perlindungan prajurit harus menjadi prioritas utama saat situasi tidak stabil.
Selain itu, Agus meminta para komandan menjaga kondisi mental pasukan. Ia menilai semangat prajurit harus tetap terjaga di tengah tekanan.
Di sisi lain, Kepala Staf Angkatan Darat, Maruli Simanjuntak, memastikan TNI telah menyiapkan prosedur standar yang lengkap, Prosedur tersebut mengatur langkah prajurit dalam berbagai kondisi darurat.
Karena itu, ia menyebut pasukan sudah memahami tindakan yang harus diambil. Namun demikian, ia tetap mengingatkan bahwa risiko di lapangan tidak bisa dihindari sepenuhnya.
Sementara itu, Maruli juga meminta keluarga prajurit tetap tenang. Ia menegaskan bahwa pasukan telah dibekali pelatihan untuk menghadapi situasi krisis.
Kemudian, dukungan mengalir dari DPR. Wakil Ketua Komisi I, Dave Laksono, menilai langkah berlindung di bungker sudah tepat.
Menurutnya, keputusan tersebut tetap sejalan dengan mandat PBB. Selain itu, langkah ini juga penting untuk menekan risiko terhadap keselamatan prajurit.














