Saturday, October 3, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Kritik DPR: Pendidikan Bintara Polri Hanya 5 Bulan Dinilai Tak Cukup

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
3 April 2026
in Nasional
Kritik DPR: Pendidikan Bintara Polri Hanya 5 Bulan Dinilai Tak Cukup

Metapos.id, Jakarta — DPR menyoroti sistem pendidikan di lingkungan Polri dalam rapat bersama pejabat pendidikan kepolisian.

Dalam rapat tersebut, anggota dewan menyampaikan berbagai kritik. Mereka menilai sistem saat ini belum membentuk polisi yang siap turun ke lapangan.

BACA JUGA

Kapolri Suyudi Gerak Cepat, 88 Pati dan Pamen Dimutasi

Pramono Ungkap Kunci Jakarta Unggul dari New York Soal Transportasi

Salah satu kritik datang dari mantan Wakapolri, Adang Daradjatun. Ia mempertanyakan durasi pendidikan Bintara yang hanya berlangsung lima bulan.

Menurutnya, waktu itu terlalu singkat. Akibatnya, lulusan dinilai belum memiliki kemampuan yang memadai.

Bahkan, ia menyebut polisi hanya menguasai dasar seperti hormat, baris, dan lari. Oleh karena itu, ia mendorong Polri memperpanjang masa pendidikan.

Selain itu, ia juga meminta penambahan anggaran. Tujuannya agar kualitas pelatihan bisa meningkat secara signifikan.

Ia menegaskan Bintara merupakan tulang punggung Polri. Karena itu, pendidikan mereka harus lebih serius dan mendalam.

Di sisi lain, DPR juga menyoroti kualitas pendidikan lanjutan. Mereka menilai banyak anggota belum memahami proses penyidikan dengan baik.

Sementara itu, anggota DPR Safaruddin mengangkat isu berbeda. Ia menyoroti dugaan adanya taruna Akpol “titipan”.

Menurutnya, praktik tersebut membuka celah bagi calon bermasalah untuk masuk. Dugaan ini muncul karena masih ada kasus kekerasan di lingkungan pendidikan polisi.

Karena itu, ia meminta Polri melakukan evaluasi menyeluruh. Dengan begitu, proses rekrutmen dan pendidikan bisa lebih transparan serta akuntabel.

Tags: Adang DaradjatunDPR RIKepolisianKrtikLapanganlima bulan.Metapos.idPendidikan
Previous Post

Sistem Rantai Dingin Disarankan Ahli untuk Dukung Program MBG

Next Post

Penghormatan UNIFIL untuk Prajurit TNI Gugur, Dunia Hormati Pengabdian di Lebanon

Related Posts

Kapolri Suyudi Gerak Cepat, 88 Pati dan Pamen Dimutasi
Nasional

Kapolri Suyudi Gerak Cepat, 88 Pati dan Pamen Dimutasi

3 October 2026
Pramono Ungkap Kunci Jakarta Unggul dari New York Soal Transportasi
Nasional

Pramono Ungkap Kunci Jakarta Unggul dari New York Soal Transportasi

3 October 2026
Dari Guru yang Sama, Lahir Tiga Ideologi Berbeda
Nasional

Dari Guru yang Sama, Lahir Tiga Ideologi Berbeda

3 October 2026
Balai Kota Jakarta Dibuka untuk Publik Lewat Program Namu Balai Kota
Nasional

Balai Kota Jakarta Dibuka untuk Publik Lewat Program Namu Balai Kota

2 October 2026
Pergantian Kapolri, Listyo Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Suyudi
Nasional

Pergantian Kapolri, Listyo Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Suyudi

2 October 2026
Prabowo Angkat 26 Wantimpres, Sejumlah Tokoh Agama Masuk
Nasional

Prabowo Angkat 26 Wantimpres, Sejumlah Tokoh Agama Masuk

2 October 2026
Next Post
Penghormatan UNIFIL untuk Prajurit TNI Gugur, Dunia Hormati Pengabdian di Lebanon

Penghormatan UNIFIL untuk Prajurit TNI Gugur, Dunia Hormati Pengabdian di Lebanon

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini