Metapos.id, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus meningkatkan kualitas dan akses layanan publik pada 2026. Langkah ini penting agar masyarakat lebih mudah mengakses berbagai program ketenagakerjaan.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan fokus utama ada pada layanan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), pelatihan kerja, dan pasar kerja. Selain itu, ia ingin semua layanan berjalan optimal dan tepat sasaran.
Ia menjelaskan bahwa layanan harus cepat, mudah, dan responsif. Oleh karena itu, Kemnaker memberi perhatian serius pada peningkatan kualitas sistem dan layanan digital.
Namun, Yassierli menyoroti masih adanya gangguan layanan, termasuk aplikasi yang sering down. Ia juga menilai akses informasi yang sulit dijangkau dapat merugikan masyarakat.
Menurutnya, masalah layanan bukan hanya soal teknis. Sebaliknya, kondisi itu bisa menghambat akses masyarakat terhadap perlindungan kerja dan program pemerintah.
Di tengah tekanan ekonomi global, negara harus hadir melalui layanan yang andal. Karena itu, Kemnaker berupaya memastikan semua layanan tetap berjalan dengan baik.
Yassierli kemudian meminta seluruh unit kerja memperkuat koordinasi internal. Dengan begitu, setiap layanan bisa terintegrasi dan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Ia menegaskan bahwa satu layanan sering melibatkan banyak unit kerja. Oleh sebab itu, perbaikan harus dilakukan bersama agar hasilnya maksimal.
Selain itu, Kemnaker juga mendorong pola kerja yang lebih efisien. Mereka juga mulai mengarah pada sistem kerja yang ramah lingkungan dan hemat energi.
Menurut Yassierli, tantangan global seperti krisis ekonomi dan energi harus menjadi perhatian. Oleh karena itu, kualitas layanan publik tidak boleh menurun dalam kondisi apa pun.














