Thursday, September 10, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Mengenal Mojtaba Khamenei, Sosok Tertutup yang Kini Jadi Pemimpin Tertinggi Iran

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
9 March 2026
in Internasional
Mengenal Mojtaba Khamenei, Sosok Tertutup yang Kini Jadi Pemimpin Tertinggi Iran

Metapos.id, Jakarta – Setelah wafatnya Ali Khamenei dalam serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel, Iran kini memasuki fase baru dalam kepemimpinan nasional. Putra keduanya, Mojtaba Khamenei, resmi ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru.

Meski sudah lama berada di lingkar kekuasaan Iran, Mojtaba dikenal sebagai figur yang sangat tertutup. Ia jarang tampil di hadapan publik dan hampir tidak pernah memberikan wawancara kepada media.

BACA JUGA

Pakar Ragukan Perang Iran Berakhir Usai Pemilu AS

Wabah Ebola Kongo Capai 3.267 Kematian

Berbeda dengan ayahnya yang sering muncul dalam berbagai kegiatan kenegaraan, Mojtaba tidak memiliki riwayat jabatan resmi di pemerintahan. Dokumentasi berupa foto maupun video dirinya juga sangat terbatas.

Namun di balik sikapnya yang tertutup, pengaruh Mojtaba di dalam struktur kekuasaan Iran disebut cukup besar. Beberapa dokumen diplomatik yang pernah bocor bahkan menyebutnya sebagai sosok berpengaruh yang memainkan peran penting dalam dinamika politik internal Iran.

Penunjukan Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi juga memicu perdebatan. Sejak Revolusi Islam Iran 1979, sistem politik Iran menegaskan bahwa pemimpin tertinggi dipilih berdasarkan kapasitas keagamaan dan kepemimpinan, bukan berdasarkan garis keturunan keluarga.

Latar Belakang dan Pendidikan

Mojtaba Khamenei lahir di Mashhad pada 1969. Pada usia 17 tahun, ia sempat terlibat dalam konflik bersenjata ketika Perang Iran-Irak masih berlangsung.

Pengalaman tersebut disebut-sebut turut membentuk pandangannya terhadap politik global, khususnya sikap skeptis terhadap negara-negara Barat.

Setelah memasuki usia sekitar 30 tahun, Mojtaba kemudian mendalami studi teologi Syiah di kota suci Qom yang dikenal sebagai pusat pendidikan keagamaan di Iran.

Belakangan ini, sejumlah media yang dekat dengan pemerintahan mulai menyebut namanya dengan gelar Ayatollah. Pengamat menilai langkah tersebut sebagai upaya memperkuat legitimasi religiusnya, mengingat gelar tersebut merupakan salah satu syarat penting untuk menjadi Pemimpin Tertinggi Iran.

Kontroversi Politik

Nama Mojtaba juga sempat menjadi sorotan dalam dinamika politik Iran, terutama pada pemilu 2005 dan 2009. Saat itu ia dituduh oleh sejumlah tokoh reformis ikut memengaruhi kemenangan Mahmoud Ahmadinejad.

Pengaruh tersebut disebut berkaitan dengan hubungan dekatnya dengan Islamic Revolutionary Guard Corps serta milisi Basij.

Isu tersebut memicu gelombang demonstrasi besar yang dikenal sebagai Green Movement Iran 2009. Dalam aksi tersebut, sejumlah demonstran menyuarakan penolakan terhadap kemungkinan terjadinya suksesi kekuasaan secara turun-temurun di Iran.

Kini, dengan resminya Mojtaba Khamenei menjabat sebagai pemimpin tertinggi Iran, perhatian dunia kembali tertuju pada arah kebijakan politik negara tersebut di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Tags: Metapos.idmojtaba khameneimojtaba khamenei profilPemimpin Tertinggi Iranpengganti ali khamenei
Previous Post

Prabowo Undang Menteri ke Hambalang, Bahas Isu Geopolitik hingga Kesiapan Lebaran

Next Post

Timbunan Sampah Longsor di Bantargebang Bekasi, 3 Korban Jiwa

Related Posts

Pakar meragukan klaim Donald Trump bahwa perang AS-Iran akan berakhir setelah pemilu sela Amerika Serikat pada November 2026.
Internasional

Pakar Ragukan Perang Iran Berakhir Usai Pemilu AS

10 September 2026
Kasus Ebola di Kongo mencapai 6.757 dengan 3.267 kematian sejak awal wabah. Inggris menyalurkan bantuan untuk memperkuat penanganan.
Internasional

Wabah Ebola Kongo Capai 3.267 Kematian

10 September 2026
Sebanyak 110 warga negara asing yang menjadi buron Interpol diketahui bersembunyi di Korea Selatan, dengan kasus penipuan menjadi pelanggaran terbanyak.
Internasional

110 Buron Interpol Terdeteksi Bersembunyi di Korea Selatan

9 September 2026
Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Penerbangan dialihkan ke enam bandara alternatif.
Internasional

Menara Eiffel Mendadak Tutup, Ini Penyebabnya

8 September 2026
Hijab Dilarang di Sekolah, Negara Ini Ungkap Alasannya
Internasional

Hijab Dilarang di Sekolah, Negara Ini Ungkap Alasannya

8 September 2026
Donald Trump
Internasional

Trump Sebut AS Bisa Serang Gunung Pickaxe

5 September 2026
Next Post
Timbunan Sampah Longsor di Bantargebang Bekasi, 3 Korban Jiwa

Timbunan Sampah Longsor di Bantargebang Bekasi, 3 Korban Jiwa

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini