Friday, October 23, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Awan Panas Guguran Mengarah ke Besuk Kobokan

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
7 March 2026
in Nasional
Gunung Semeru Kembali Erupsi, Awan Panas Guguran Mengarah ke Besuk Kobokan

Metapos.id, Jakarta – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Jawa Timur kembali meningkat setelah gunung tersebut mengalami erupsi pada Sabtu (7/3/2026). Letusan yang terjadi turut memicu luncuran awan panas guguran dari puncak gunung.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, mengatakan erupsi terjadi sekitar pukul 10.20 WIB. Namun tinggi kolom abu dari letusan tersebut tidak dapat terpantau karena area puncak tertutup kabut tebal.

BACA JUGA

357,5 Hektare Lahan Raja Ampat Terbakar, Pemadaman Berlanjut

Prabowo Tak Mau Rakyat Terus Miskin Selama Dirinya Memimpin

Berdasarkan data pemantauan melalui seismograf, aktivitas erupsi tercatat memiliki amplitudo maksimum sekitar 12 milimeter dengan durasi kurang lebih 4 menit 35 detik.

Ia menjelaskan bahwa awan panas guguran yang muncul dari erupsi tersebut bergerak menuju arah tenggara, tepatnya ke aliran Besuk Kobokan. Meski demikian, jarak pasti luncuran awan panas belum dapat dipastikan akibat terbatasnya jarak pandang di sekitar puncak gunung.

Dari catatan petugas, Semeru tercatat mengalami sembilan kali letusan sepanjang Sabtu. Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.23 WIB, sedangkan erupsi terakhir yang disertai awan panas guguran berlangsung pada pukul 10.20 WIB.

Saat ini status aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di wilayah tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari pusat erupsi.

Selain itu, warga juga diimbau menjauhi area dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar yang bisa mencapai hingga 17 kilometer dari puncak.

Petugas juga mengingatkan masyarakat agar tidak berada dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak gunung karena kawasan tersebut rawan terkena lontaran material pijar.

Masyarakat di sekitar gunung juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya lain seperti awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sungai-sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama di kawasan Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, serta Besuk Sat.

Tags: awan panaserupsiGunung Semerukabut tebal.KobokanLevel III atau Siagalontaran materialMetapos.idSigit Rian Alfianvulkanik
Previous Post

Anies Desak RI Keluar dari Board of Peace Usai Serangan AS–Israel ke Iran

Next Post

YouTuber Bigmo Akui Takut Dipenjara Usai Ditetapkan Tersangka atas Laporan Azizah Salsha

Related Posts

357,5 Hektare Lahan Raja Ampat Terbakar, Pemadaman Berlanjut
Nasional

357,5 Hektare Lahan Raja Ampat Terbakar, Pemadaman Berlanjut

22 October 2026
Prabowo Tak Mau Rakyat Terus Miskin Selama Dirinya Memimpin
Nasional

Prabowo Tak Mau Rakyat Terus Miskin Selama Dirinya Memimpin

22 October 2026
Evident Institute: Dialog Dua Arah Kunci Komunikasi Pemerintah
Nasional

Evident Institute: Dialog Dua Arah Kunci Komunikasi Pemerintah

22 October 2026
MBG Prasmanan Diharapkan Kurangi Sisa Makanan dan Jaga Kualitas Gizi
Nasional

MBG Prasmanan Diharapkan Kurangi Sisa Makanan dan Jaga Kualitas Gizi

22 October 2026
Rini Widyantini Pastikan Penyaluran Gaji PNS Tak Dialihkan ke Kopdes
Nasional

Rini Widyantini Pastikan Penyaluran Gaji PNS Tak Dialihkan ke Kopdes

22 October 2026
BKSDA Jawa Tengah merekam seekor macan tutul Jawa di Cagar Alam Nusakambangan Barat saat pemantauan pada 12–15 Oktober 2026.
Nasional

BKSDA Pantau Keberadaan Macan Tutul Jawa di Nusakambangan

21 October 2026
Next Post
YouTuber Bigmo Akui Takut Dipenjara Usai Ditetapkan Tersangka atas Laporan Azizah Salsha

YouTuber Bigmo Akui Takut Dipenjara Usai Ditetapkan Tersangka atas Laporan Azizah Salsha

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini