Metapos.id, Jakarta – Kementerian Agama dijadwalkan melaksanakan sidang isbat untuk menetapkan awal 1 Syawal 1447 Hijriah pada 19 Maret 2026, bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H. Sidang tersebut akan digelar di Auditorium H.M.
Rasjidi, Kantor Kemenag, Jakarta, dan terbuka bagi masyarakat yang ingin mengikuti proses penetapannya.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menyampaikan bahwa sidang isbat dilaksanakan dengan mengacu pada perhitungan hisab serta hasil rukyatul hilal yang telah diverifikasi secara menyeluruh.
Seluruh proses disusun secara terbuka dan mengikuti prosedur resmi agar keputusan yang diambil memiliki landasan ilmiah yang kuat serta sah secara keagamaan.
Sidang ini juga melibatkan berbagai unsur lintas lembaga, di antaranya pakar astronomi dari BMKG, BRIN, planetarium, observatorium, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam dan instansi pemerintah terkait. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjamin objektivitas dan ketepatan dalam penetapan awal Idulfitri.
Adapun rangkaian sidang diawali dengan seminar pemaparan posisi hilal, kemudian dilanjutkan dengan verifikasi laporan rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan di seluruh wilayah Indonesia.
Selanjutnya, sidang isbat akan digelar secara tertutup dan hasilnya diumumkan secara resmi oleh Menteri Agama sebagai keputusan pemerintah mengenai penetapan 1 Syawal 1447 H.
Pemerintah pun mengajak masyarakat untuk menunggu pengumuman resmi tersebut sebagai pedoman sah dalam penetapan Hari Raya Idulfitri 2026, guna menjaga keseragaman pelaksanaan ibadah dan ketertiban sosial di seluruh Indonesia.













