Metapos.id, Jakarta – Memasuki bulan suci Ramadhan, kolang-kaling kembali menjadi komoditas unggulan yang paling diminati masyarakat di Pasar Induk Kramat Jati. Bahan pangan bercita rasa segar ini rutin diburu warga sebagai pelengkap utama menu berbuka puasa.
Manajer Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamundi, menyebut kolang-kaling sebagai produk musiman yang selalu mengalami lonjakan permintaan setiap Ramadhan.
“Setiap Ramadhan, kolang-kaling pasti menjadi incaran. Masyarakat biasanya mencari hidangan segar untuk berbuka, dan kolang-kaling sudah menjadi ciri khas yang selalu hadir tiap tahun,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).
Tingginya minat masyarakat, kata Agus, mendorong pengelola pasar membuka lapak khusus bagi pedagang musiman kolang-kaling. Keberadaan pedagang tersebut bahkan telah berkembang menjadi tradisi tahunan di pasar grosir terbesar di Asia Tenggara itu.
Selain meningkatkan perputaran perdagangan, pasokan kolang-kaling yang melimpah juga turut mendongkrak jumlah kunjungan masyarakat ke pasar. Saat ini, harga kolang-kaling di tingkat pasar induk berada di kisaran Rp20.000 per kilogram.
Sementara itu, salah satu pedagang, Salman (48), mengatakan harga jual di tingkat eceran bervariasi sesuai kualitas produk. Untuk kualitas standar, kolang-kaling dijual sekitar Rp15.000 per kilogram, sedangkan kualitas terbaik dapat mencapai Rp17.000 hingga Rp18.000 per kilogram.
“Tahun lalu sempat di kisaran Rp12.000 per kilogram. Sekarang memang naik. Mudah-mudahan tahun ini pembeli lebih ramai dibanding Ramadhan sebelumnya,” ujarnya.
Kolang-kaling kerap diolah menjadi beragam hidangan khas Ramadhan, seperti kolak, es buah, hingga manisan. Teksturnya yang kenyal serta cita rasanya yang segar menjadikan bahan ini identik dengan suasana berbuka puasa.
Sejak pagi hari, aktivitas jual beli kolang-kaling di Pasar Induk Kramat Jati tampak semakin padat.
Warga terlihat memilih kolang-kaling secara teliti, memperhatikan warna yang bening dan tekstur yang kenyal sebelum membeli. Tak sedikit pula pembeli yang memborong dalam jumlah besar untuk dijual kembali di pasar-pasar lingkungan sekitar.













