Metapos.id, Jakarta — Tidur delapan jam setiap malam belum tentu membuat tubuh terasa segar dan bertenaga. Tidak sedikit orang yang tetap merasa lelah meskipun durasi tidurnya sudah tercukupi.
Mengacu pada laporan dari Verywell Mind (6/9/2025), kelelahan tidak selalu berkaitan dengan kurang tidur, tetapi bisa muncul karena tubuh kekurangan bentuk istirahat lain yang sering kali tidak disadari.
Dokter penyakit dalam Saundra Dalton-Smith mengungkapkan bahwa manusia sejatinya membutuhkan tujuh jenis istirahat agar proses pemulihan fisik dan mental dapat berjalan optimal.
Ketika salah satu jenis istirahat tersebut tidak terpenuhi, rasa lelah tetap dapat muncul meskipun seseorang telah tidur dalam waktu yang cukup.
Hal serupa disampaikan Alexa Davis, dokter di Medical Transformation Center. Ia menjelaskan bahwa tekanan kehidupan modern menguras energi mental dan emosional seseorang secara perlahan.
Menurutnya, kelelahan yang dirasakan banyak orang saat ini bukan semata-mata karena kurang tidur, melainkan akibat akumulasi beban hidup yang terus menumpuk. Oleh karena itu, tidur saja tidak cukup, karena istirahat juga mencakup pemulihan mental, emosional, sosial, hingga spiritual.
Istirahat Fisik
Istirahat fisik merupakan bentuk istirahat yang paling mudah dikenali. Jenis ini terbagi menjadi dua kategori, yaitu istirahat pasif seperti tidur malam dan tidur siang, serta istirahat aktif yang meliputi aktivitas ringan seperti peregangan, pijat, atau yoga dengan intensitas rendah.
Kekurangan istirahat fisik umumnya ditandai dengan tubuh yang sering pegal, daya tahan tubuh menurun, serta ketergantungan pada kafein untuk menjaga stamina. Upaya pemulihan dapat dilakukan dengan menjaga durasi tidur ideal 7–9 jam, rutin melakukan peregangan, dan meningkatkan kualitas tidur.
Istirahat Mental
Istirahat mental dibutuhkan ketika pikiran terus bekerja tanpa henti. Kondisi ini biasanya ditandai dengan kesulitan berkonsentrasi, pikiran terasa penuh, serta meningkatnya rasa cemas. Untuk mengatasinya, seseorang dapat mengambil jeda saat bekerja, menyusun daftar tugas agar beban pikiran lebih terstruktur, berjalan santai di ruang terbuka, atau melakukan meditasi ringan.
Istirahat Emosional
Istirahat emosional terjadi ketika seseorang mampu mengekspresikan perasaan dengan jujur tanpa harus berpura-pura kuat. Ciri-cirinya antara lain selalu merasa harus terlihat “baik-baik saja”, sulit menolak permintaan orang lain, serta kelelahan akibat terus berusaha menyenangkan lingkungan sekitar. Pemulihan emosional dapat dilakukan dengan berbagi cerita kepada orang tepercaya, menulis jurnal, atau berkonsultasi dengan tenaga profesional.












