• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Tuesday, March 31, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Metapos
No Result
View All Result
Home Nasional

Survei RISED: 81% Rumah Tangga Rentan Dukung MBG, Efektif Redam Tekanan Pengeluaran

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
13 February 2026
in Nasional
Survei RISED: 81% Rumah Tangga Rentan Dukung MBG, Efektif Redam Tekanan Pengeluaran
Share on FacebookShare on Twitter

Metapos.id, Jakarta – Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) merilis hasil awal studi mengenai dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap rumah tangga dan anak penerima manfaat. Kajian ini dimaksudkan untuk memperkaya diskursus kebijakan yang selama ini lebih banyak membahas aspek makro, dengan menghadirkan gambaran nyata di level keluarga.

Sebagai program prioritas nasional yang menyerap anggaran fiskal besar, MBG dinilai perlu terus dievaluasi secara berbasis data agar penyempurnaannya tepat sasaran. Studi ini melibatkan sekitar 1.800 orang tua untuk melihat perubahan pada pengeluaran rumah tangga serta kebiasaan makan anak.

Hasilnya, 36% responden mengaku terjadi penurunan pengeluaran harian sejak MBG berjalan, terutama untuk bekal dan uang saku anak. Namun, sekitar 63% menyatakan penghematan tersebut masih di bawah 10% dari total belanja bulanan. Temuan ini menunjukkan bahwa MBG membantu menjaga stabilitas konsumsi rutin keluarga, meski belum mengubah struktur pengeluaran secara signifikan.

“Sebanyak 81% orang tua dari rumah tangga rentan menyatakan mendukung keberlanjutan MBG. Menariknya, dukungan ini bukan semata soal penghematan uang, tetapi lebih pada rasa aman dan kepastian bahwa anak mereka mendapat akses makanan bergizi selama di sekolah,” ujar M. Fajar Rakhmadi, Peneliti RISED.

Sebanyak 84% responden juga menyebut program diterima secara rutin setiap hari sekolah. Meski demikian, 69% orang tua menyampaikan anak mereka baru merasakan program kurang dari enam bulan, sehingga dampak jangka panjangnya belum dapat dinilai secara komprehensif.

Dari sisi perilaku, perubahan terlihat cukup signifikan. Sekitar 72% orang tua melaporkan anak lebih rutin mengonsumsi makanan bergizi, dan 55% menyatakan anak lebih terbuka terhadap variasi menu. Namun, RISED menekankan bahwa dampak terhadap status gizi objektif, kesehatan, maupun capaian pendidikan masih memerlukan evaluasi jangka menengah dan panjang.

Ekonom Universitas Indonesia, Fithra Faisal Hastiadi, menilai program ini berpotensi mengurangi tekanan pengeluaran keluarga kelas menengah rentan. “Kalau misalnya satu keluarga memiliki dua anak dan dibekali Rp15 ribu sehari, kita tahu ada 20 hari sekolah, ini berarti membantu mengurangi beban Rp600.000,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika program berjalan konsisten, dampaknya bisa lebih luas terhadap fleksibilitas anggaran rumah tangga. “Kalau ini persistent, ini akan berdampak lebih besar lagi. Ini akan menciptakan surplus konsumen (consumer surplus) bagi kelas menengah. Dengan berkurangnya biaya konsumsi anak, rumah tangga memiliki fleksibilitas anggaran yang lebih luas. Menariknya, kelebihan dana tersebut tidak hanya berhenti pada konsumsi jangka pendek, melainkan berpotensi dialihkan ke sektor yang lebih berdampak, untuk pendidikan dan kesehatan,” pungkas Fithra.

RISED memosisikan temuan ini sebagai baseline awal guna mendorong penguatan kebijakan berbasis riset. Kejelasan posisi MBG—apakah sebagai program sosial, intervensi gizi, atau instrumen pembangunan sumber daya manusia—dinilai penting agar indikator keberhasilan dan desain evaluasi lebih konsisten.

“Temuan awal ini kami posisikan sebagai baseline. Hasilnya dapat menjadi dasar untuk penyempurnaan desain dan peningkatan kualitas implementasi MBG, sekaligus memperkuat sistem pemantauan di lapangan. Ke depan, evaluasi lanjutan dengan periode implementasi yang lebih panjang juga sangat penting agar dampak program terhadap pembangunan SDM bisa diukur secara lebih komprehensif,” tambah M. Fajar Rakhmadi.

RISED menekankan, tantangan berikutnya adalah memastikan dampak awal yang telah terlihat dapat berkembang menjadi fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.

Download Best WordPress Themes Free Download
Free Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Free Download WordPress Themes
lynda course free download
download mobile firmware
Free Download WordPress Themes
udemy paid course free download
Tags: Metapos.id
Rahmat Herlambang

Rahmat Herlambang

Related Posts

Hasil Final FIFA Series 2026: Indonesia Kalah Tipis 0-1 dari Bulgaria

Hasil Final FIFA Series 2026: Indonesia Kalah Tipis 0-1 dari Bulgaria

by Taufik Hidayat
30 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Bulgaria setelah kalah tipis 0-1 pada final FIFA Series 2026 yang berlangsung...

Prabowo Saksikan 11 Kerja Sama Ekonomi RI–Jepang Rp 401 Triliun di Tokyo

Prabowo Saksikan 11 Kerja Sama Ekonomi RI–Jepang Rp 401 Triliun di Tokyo

by Taufik Hidayat
30 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menghadiri Forum Bisnis Indonesia–Jepang yang berlangsung di Tokyo, Senin (30/3/2026), sekaligus menyaksikan penandatanganan 11...

Empat Tips Hadapi Waiting Period Asuransi Kesehatan agar Tetap Aman Finansial

Empat Tips Hadapi Waiting Period Asuransi Kesehatan agar Tetap Aman Finansial

by Desti Dwi Natasya
30 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Di tengah meningkatnya biaya layanan medis, pemahaman terhadap produk asuransi kesehatan menjadi hal penting bagi masyarakat. Selain...

Pasukan AS di Timur Tengah Capai Lebih dari 50.000 Personel

Pasukan AS di Timur Tengah Capai Lebih dari 50.000 Personel

by Taufik Hidayat
30 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Jumlah personel militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah dilaporkan telah melampaui 50.000 orang, setelah adanya penambahan...

Next Post
Jelang Ramadan, Harga Daging Sapi Diperkirakan Naik hingga 15 Persen

Jelang Ramadan, Harga Daging Sapi Diperkirakan Naik hingga 15 Persen

Recommended.

BSI & IFG Berkolaborasi Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

BSI & IFG Berkolaborasi Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

18 October 2023
BNI Siap Bangun Gedung di PIK 2

BNI Siap Bangun Gedung di PIK 2

20 February 2024

Trending.

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

13 November 2025
Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

12 November 2025
Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

25 October 2025
Ikut NU Saat Puasa, Ikut Muhammadiyah Saat Lebaran—Boleh atau Tidak?

Ikut NU Saat Puasa, Ikut Muhammadiyah Saat Lebaran—Boleh atau Tidak?

20 March 2026
Penukaran Uang Baru Ramadan Sudah Bisa Dilakukan Mulai 20 Maret

Penukaran Uang Baru Ramadan Sudah Bisa Dilakukan Mulai 20 Maret

16 March 2023
Metapos Media

© 2025 Media Informasi Terkini

Navigasi

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2025 Media Informasi Terkini