Metapos.id, Jakarta – TNI memastikan bahwa pasukan yang akan tergabung dalam kontingen Indonesia ke Gaza merupakan personel pilihan yang memiliki pengalaman panjang dalam berbagai misi internasional, khususnya operasi perdamaian PBB.
Wakil Panglima TNI, Tandyo Budi Revita, mengungkapkan bahwa prajurit yang disiapkan berasal dari satuan-satuan yang sebelumnya telah menjalani penugasan dalam misi UNIFIL di Lebanon.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bekal strategis dalam menghadapi situasi lapangan yang penuh dinamika.
Ia menegaskan bahwa TNI tidak akan mengirim personel yang belum memiliki rekam jejak penugasan luar negeri. Prajurit yang direkrut adalah mereka yang telah terlibat langsung dalam misi UNIFIL sejak tahun 2008 dan berlanjut pada beberapa periode berikutnya.
Tandyo menambahkan, pengalaman operasional di medan konflik serta kemampuan menjalin komunikasi dengan masyarakat lokal menjadi indikator utama dalam proses seleksi. Aspek ini dinilai penting untuk menunjang efektivitas misi kemanusiaan dan perdamaian.
“Bukan hanya keterampilan teknis, tetapi juga kesiapan sosial dan kemampuan adaptasi budaya di wilayah konflik sudah menjadi bagian dari pembinaan mereka. Ini menjadi kekuatan utama kontingen yang akan diberangkatkan,” katanya.
Melalui pengiriman pasukan berpengalaman tersebut, TNI berharap peran Indonesia dalam misi internasional semakin diperkuat sekaligus mencerminkan komitmen nyata bangsa dalam mendukung perdamaian dan kemanusiaan dunia.













