Saturday, June 27, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Hilal Ramadan: Awal Puasa dan Proses Kemunculannya

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
10 February 2026
in Nasional
Hilal Ramadan: Awal Puasa dan Proses Kemunculannya

Metapos.id, Jakarta – Penetapan awal bulan Ramadan selalu diawali dengan pengamatan hilal. Bagi umat Islam, hilal memiliki peran penting sebagai penanda dimulainya ibadah puasa sekaligus pergantian bulan dalam kalender Hijriah. Perbedaan sistem penanggalan Islam dengan kalender Masehi menjadikan hilal sebagai acuan utama dalam menentukan awal Ramadan maupun Idulfitri.

Pengertian Hilal Ramadan
Secara bahasa, hilal berasal dari bahasa Arab yang berarti bulan sabit. Dalam kajian astronomi, hilal merujuk pada bulan sabit muda yang pertama kali tampak setelah terjadinya ijtimak atau fase bulan baru. Pada fase ini, usia bulan masih sangat muda, sehingga bentuknya tampak sangat tipis dan samar.

BACA JUGA

Kemenkes Ungkap 5,9 Juta Anak Indonesia Merokok, Ada yang Mulai Sejak Usia 4 Tahun

Kemhan Evaluasi Program SPPI 2026 Usai Empat Peserta Meninggal Saat Pendidikan Militer

Hilal memiliki karakteristik yang berbeda dengan bulan sabit yang biasa terlihat di langit malam. Secara visual, hilal tampak lebih tipis, posisinya khas, dan hanya dapat muncul pada waktu tertentu.

Dalam siklus fase bulan, hilal berada setelah fase bulan baru, kemudian disusul kuartal pertama, bulan purnama, hingga bulan tua.

Meski sekilas tampak serupa, hilal tidak dapat disamakan dengan bulan tua. Perbedaannya terletak pada waktu dan posisinya. Hilal muncul setelah matahari terbenam, sedangkan bulan tua justru terlihat menjelang terjadinya fase bulan baru.

Kriteria Hilal
Tidak semua bulan sabit tipis dapat dikategorikan sebagai hilal. Suatu bulan sabit baru disebut hilal apabila dapat diamati saat matahari terbenam dan berada di atas cakrawala dengan ketinggian tertentu.

Secara umum, hilal dinyatakan memenuhi syarat apabila posisinya berada lebih dari 3 derajat di atas ufuk. Pada ketinggian di bawah itu, cahaya bulan masih kalah kuat dibandingkan cahaya senja (syafaq), sehingga sulit terlihat secara jelas.

Adapun bulan sabit yang tampak di pagi atau siang hari bukan termasuk hilal, melainkan bagian dari fase bulan tua sebelum terjadinya bulan baru.

Waktu Kemunculan Hilal
Hilal hanya dapat terlihat dalam waktu yang sangat terbatas, biasanya sesaat setelah matahari terbenam. Durasi kemunculannya relatif singkat, sekitar 15 menit hingga kurang dari satu jam sebelum akhirnya ikut tenggelam di balik cakrawala.

Dalam sistem kalender Hijriah, pengamatan hilal dilakukan pada hari ke-29 setiap bulan. Jika hilal berhasil terlihat, maka keesokan harinya langsung ditetapkan sebagai awal bulan baru. Namun, jika tidak terlihat, maka bulan berjalan disempurnakan menjadi 30 hari.

Mekanisme inilah yang menjadi dasar utama penentuan awal Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.
Cara Mengamati Hilal
Proses pengamatan hilal bukan perkara mudah. Selain bentuknya yang sangat tipis, waktu kemunculannya pun sangat singkat.

Karena itu, pengamatan biasanya dilakukan oleh pihak berwenang dengan bantuan peralatan optik seperti teleskop dan instrumen astronomi lainnya.

Selain alat, pengamatan hilal juga membutuhkan keahlian khusus, perhitungan astronomi yang akurat, serta pemilihan lokasi yang strategis agar hasil observasi dapat dijadikan dasar yang sah dalam penetapan awal bulan Hijriah.

Tags: bahasa ArabBulan sabitibadah puasakalender HijriahMetapos.idpenandapengamatan hilalTiga derajat
Previous Post

Trio Lini Tengah MU Bersinar di Era Michael Carrick

Next Post

Kolaborasi GoTo dan MRT Jakarta Hidupkan Blok M lewat Blok M Hub Gojek

Related Posts

Kemenkes Ungkap 5,9 Juta Anak Indonesia Merokok, Ada yang Mulai Sejak Usia 4 Tahun
Nasional

Kemenkes Ungkap 5,9 Juta Anak Indonesia Merokok, Ada yang Mulai Sejak Usia 4 Tahun

27 June 2026
Kemhan Evaluasi Program SPPI 2026 Usai Empat Peserta Meninggal Saat Pendidikan Militer
Nasional

Kemhan Evaluasi Program SPPI 2026 Usai Empat Peserta Meninggal Saat Pendidikan Militer

26 June 2026
Jokowi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Gerindra Pilih Fokus Selesaikan Agenda Pemerintah
Nasional

Jokowi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Gerindra Pilih Fokus Selesaikan Agenda Pemerintah

26 June 2026
Prof. Aminuddin Kasim Nilai Kasus BNI Parigi Layak Ditempuh dengan Keadilan Restoratif
Nasional

Prof. Aminuddin Kasim Nilai Kasus BNI Parigi Layak Ditempuh dengan Keadilan Restoratif

26 June 2026
Lebih dari 42 Ribu Warga Pilih Logo HUT RI ke-81, Prasetyo Hadi Beri Apresiasi
Nasional

Lebih dari 42 Ribu Warga Pilih Logo HUT RI ke-81, Prasetyo Hadi Beri Apresiasi

26 June 2026
Prasetyo Hadi Pimpin Satgas Mitigasi PHK 2026, Ini Alasan Penunjukannya
Nasional

Prasetyo Hadi Pimpin Satgas Mitigasi PHK 2026, Ini Alasan Penunjukannya

26 June 2026
Next Post
Kolaborasi GoTo dan MRT Jakarta Hidupkan Blok M lewat Blok M Hub Gojek

Kolaborasi GoTo dan MRT Jakarta Hidupkan Blok M lewat Blok M Hub Gojek

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini