• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sunday, March 8, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Metapos
No Result
View All Result
Home Internasional

Teheran Keras ke Washington: Ancaman terhadap Khamenei Akan Dibalas

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
21 January 2026
in Internasional
4 Calon Pemain Keturunan yang Bisa Dipantau John Herdman di Eropa, Nomor 1 Dinilai Jadi Solusi Lini Depan Timnas Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

Metapos.id, Jakarta – Pemerintah Iran melayangkan peringatan tegas kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump agar tidak mengambil langkah apa pun terhadap Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Pernyataan keras ini disampaikan pada Selasa (20/1/2026), menyusul komentar Trump yang dinilai menyerang legitimasi kepemimpinan Khamenei.

 

Juru bicara angkatan bersenjata Iran, Jenderal Abolfazl Shekarchi, menegaskan bahwa setiap bentuk agresi terhadap pemimpin tertinggi Iran akan memicu respons besar dari Teheran.

 

“Trump mengetahui betul bahwa jika ada tangan agresi yang diarahkan kepada pemimpin kami, kami tidak hanya akan memotong tangan itu, tetapi juga akan membakar dunia mereka,” ujar Shekarchi, seperti dikutip dari Associated Press.

 

Pernyataan tersebut muncul setelah Trump, dalam wawancara dengan Politico pada Sabtu (17/1/2026), menyebut Khamenei sebagai sosok yang “sakit” dan menilai Iran membutuhkan kepemimpinan baru setelah hampir empat dekade berada di bawah kendalinya.

 

Hubungan AS dan Iran kian memanas sejak aparat keamanan Iran melakukan penindakan keras terhadap gelombang demonstrasi yang meletus pada 28 Desember lalu. Aksi protes tersebut dipicu oleh krisis ekonomi yang memburuk. Trump sebelumnya menetapkan dua garis merah bagi Teheran, yakni larangan pembunuhan terhadap demonstran damai dan penghentian eksekusi massal pascaprotes.

 

Di tengah meningkatnya ketegangan, kapal induk USS Abraham Lincoln dilaporkan melintasi Selat Malaka pada Selasa, setelah sebelumnya berada di kawasan Laut Tiongkok Selatan. Jalur tersebut merupakan rute strategis yang menghubungkan Samudra Hindia dan Asia Timur.

 

Menurut laporan Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia yang berbasis di Amerika Serikat, jumlah korban tewas akibat gelombang protes di Iran telah mencapai sedikitnya 4.519 orang per Selasa. Lembaga tersebut dikenal memiliki rekam jejak akurat karena mengandalkan jaringan aktivis di dalam Iran, meski angka tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh Associated Press.

 

Jumlah korban ini disebut melampaui angka kematian dalam berbagai kerusuhan besar di Iran selama beberapa dekade terakhir, dan mengingatkan pada situasi kacau menjelang Revolusi Islam 1979. Meski unjuk rasa mereda dalam beberapa hari terakhir, kekhawatiran meningkatnya jumlah korban masih ada, terutama karena keterbatasan informasi akibat pembatasan internet yang diberlakukan pemerintah sejak 8 Januari.

 

Pada Sabtu lalu, Khamenei untuk pertama kalinya mengakui besarnya korban jiwa dengan menyebut jumlahnya mencapai “beberapa ribu” orang. Ia menuding Amerika Serikat berada di balik kerusuhan tersebut.

 

Selain korban tewas, lebih dari 26.300 orang dilaporkan telah ditangkap. Pernyataan sejumlah pejabat Iran memicu kekhawatiran internasional terkait kemungkinan vonis mati bagi sebagian tahanan, mengingat Iran merupakan salah satu negara dengan tingkat eksekusi tertinggi di dunia.

 

Kepala Kepolisian Nasional Iran, Jenderal Ahmad Reza Radan, mengatakan pihaknya memberi kesempatan bagi para demonstran yang ingin menyerahkan diri. Menurutnya, mereka yang menyerah akan mendapatkan keringanan hukuman.

 

“Individu yang terpengaruh intelijen asing dan pada praktiknya menjadi alat mereka masih memiliki kesempatan untuk menyerahkan diri. Jika itu dilakukan, hukuman pasti akan diringankan,” ujar Radan dalam wawancara televisi pada Senin. Ia menyebut batas waktu penyerahan diri adalah tiga hari, tanpa menjelaskan konsekuensi setelah tenggat tersebut berakhir.

Download Nulled WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Best WordPress Themes Free Download
free download udemy paid course
download intex firmware
Premium WordPress Themes Download
lynda course free download
Tags: Amerika SerikatAyatollah Ali KhameneiIranMetapos.idPemerintah IranTeheranWashington
Desti Dwi Natasya

Desti Dwi Natasya

Related Posts

Timur Tengah Makin Panas, China Dikabarkan Siap Bantu Iran

Timur Tengah Makin Panas, China Dikabarkan Siap Bantu Iran

by Taufik Hidayat
8 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – China dilaporkan mulai menunjukkan tanda-tanda dukungan kepada Iran di tengah konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel....

Daftar 11 Ruas Tol di Sumatera yang Berlakukan Diskon Tarif Lebaran 2026

Daftar 11 Ruas Tol di Sumatera yang Berlakukan Diskon Tarif Lebaran 2026

by Taufik Hidayat
8 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Pemerintah memberikan potongan tarif jalan tol hingga 30 persen selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran...

Banjir Genangi Underpass Mampang, Akses Jalan Sementara Ditutup

Banjir Genangi Underpass Mampang, Akses Jalan Sementara Ditutup

by Taufik Hidayat
8 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Underpass di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, dilaporkan terendam banjir pada Minggu (8/3/2026). Akibat genangan tersebut, akses kendaraan...

Serangan Iran ke Negara Teluk Berlanjut, Bandara Kuwait Ikut Disasar

Serangan Iran ke Negara Teluk Berlanjut, Bandara Kuwait Ikut Disasar

by Taufik Hidayat
8 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Beberapa negara di kawasan Teluk melaporkan adanya serangan drone dan rudal yang terjadi pada Minggu (8/3/2026). Serangan...

Next Post
SPPG Sindang Sari Klarifikasi Dugaan MBG Busuk di Lampung Utara, 11 Siswa Alami Mual dan Pusing

SPPG Sindang Sari Klarifikasi Dugaan MBG Busuk di Lampung Utara, 11 Siswa Alami Mual dan Pusing

Recommended.

BMKG Jelaskan Fenomena Langit Merah yang Terjadi di Pandeglang

BMKG Jelaskan Fenomena Langit Merah yang Terjadi di Pandeglang

20 December 2025
Istana Apresiasi Keputusan Daerah Rayakan Tahun Baru 2026 Tanpa Kembang Api

Istana Apresiasi Keputusan Daerah Rayakan Tahun Baru 2026 Tanpa Kembang Api

29 December 2025

Trending.

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

13 November 2025
Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

25 October 2025
Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

12 November 2025
Isu Khamenei Masih Hidup Ramai di Medsos, Ini Penjelasan Faktanya

Isu Khamenei Masih Hidup Ramai di Medsos, Ini Penjelasan Faktanya

6 March 2026
NHL Kembali ke Olimpiade 2026, AS Tantang Dominasi Kanada di Milan

Hukum Merayakan Valentine dalam Islam, Ini Penjelasan dan Dasarnya

12 February 2026
Metapos Media

© 2025 Media Informasi Terkini

Navigasi

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2025 Media Informasi Terkini