Metapos.id, Jakarta – Kepolisian Resor (Polres) Bogor masih menyelidiki kemunculan gas beracun di area tambang emas PT Aneka Tambang (Antam) UBPE Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menyatakan, penyelidikan menyeluruh baru dapat dilakukan setelah petugas memastikan titik awal munculnya kepulan asap di tambang bawah tanah. Hingga kini, aparat belum dapat memasuki lokasi awal kejadian karena kondisi yang masih berisiko.
“Setelah sumber awal asap diketahui, tentu akan kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Wikha, Kamis (15/1/2026).
Berdasarkan keterangan sementara dari PT Antam, gas beracun terdeteksi di area tambang emas Level 700 Ciurug. Namun, penyebab pasti dan asal mula kemunculan asap tersebut masih dalam proses penelusuran.
Sementara itu, General Manager Gold Mining Business Unit PT Antam, Nilus Rahmat, membantah informasi yang menyebutkan adanya ledakan maupun ratusan pekerja terjebak di dalam tambang, seperti yang beredar di media sosial.
Nilus menjelaskan, video yang beredar merupakan dokumentasi penanganan kondisi teknis berupa kemunculan asap di tambang bawah tanah Level 600 Ciurug. Asap tersebut terdeteksi pada Selasa dini hari, 13 Januari 2026, sekitar pukul 00.30 WIB.
“Asap itu diduga berasal dari terbakarnya kayu penyangga atau kayu stapling di area tambang,” kata Nilus.
Akibat peristiwa tersebut, konsentrasi gas karbon monoksida (CO) meningkat hingga mencapai 1.200 part per million (ppm), jauh di atas ambang batas aman bagi manusia yang berada di kisaran 25 ppm.
“Kondisi ini sangat berbahaya jika terpapar langsung. Oleh karena itu, kami segera melakukan langkah penanganan,” ujarnya.
Sebagai langkah mitigasi, PT Antam menghentikan sementara aktivitas penambangan di area terdampak, memperbaiki sistem ventilasi, serta mengisolasi lokasi untuk mencegah paparan gas terhadap para pekerja.
“Penanganan dilakukan secara bertahap dan terukur hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman,” pungkas Nilus.













