Monday, August 24, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Eropa Ambil Sikap Aman, Enggan Berkomentar Keras soal Penangkapan Maduro

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
6 January 2026
in Internasional
Eropa Ambil Sikap Aman, Enggan Berkomentar Keras soal Penangkapan Maduro

Metapos.id, Jakarta – Negara-negara Eropa memilih mengambil posisi aman dengan tidak memberikan respons keras atas penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh militer Amerika Serikat di Caracas. Sikap ini dinilai lebih mencerminkan pertimbangan strategis, terutama upaya menjaga relasi dengan Washington di tengah ketergantungan Eropa terhadap AS dalam konflik Ukraina.

Sejumlah pemimpin kunci Eropa hanya melontarkan pernyataan singkat dan bersifat umum. Kanselir Jerman Friedrich Merz menilai operasi tersebut sebagai persoalan yang “kompleks secara hukum”, sementara Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyebut situasi masih bergerak dinamis. Pernyataan ini dianggap sebagai upaya menghindari ketegangan langsung dengan Presiden AS Donald Trump.

BACA JUGA

Turki Minta Interpol Tangkap Netanyahu

Cessna Tabrak Helikopter Polisi, Pilot Tewas

Walau menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional, mayoritas pemimpin Eropa tidak menunjukkan empati terbuka atas tumbangnya Maduro. Uni Eropa sejak lama memang menolak mengakui keabsahan Maduro, menyusul pemilu Venezuela 2024 yang diperdebatkan, serta menilainya memiliki kedekatan dengan Rusia.

Juru bicara Uni Eropa, Paula Pinho, menyatakan peristiwa tersebut dapat membuka ruang bagi perubahan politik dan transisi demokrasi di Venezuela. Namun, ia tidak menanggapi klaim Trump mengenai rencana Amerika Serikat untuk mengendalikan Venezuela. Sikap ini mencerminkan kehati-hatian UE agar tidak memicu gesekan dengan Washington.

Nada kritik yang sedikit lebih keras disampaikan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, yang menyebut intervensi AS bertentangan dengan hukum internasional. Meski demikian, pernyataan tersebut tidak diikuti dengan langkah konkret atau sikap bersama dari negara-negara Eropa.

Seorang diplomat Uni Eropa yang berbicara tanpa menyebut identitas mengungkapkan bahwa sikap diam Eropa didorong oleh kepentingan pragmatis. Menurutnya, Eropa saat ini sangat membutuhkan peran Amerika Serikat, khususnya dalam menjaga stabilitas dan keamanan Ukraina. Tanpa dukungan Washington, posisi Eropa dinilai akan semakin lemah menghadapi Rusia.

Situasi ini semakin rumit setelah Trump kembali menyampaikan keinginannya untuk menguasai Greenland, wilayah otonom milik Denmark. Meski UE dan Inggris secara resmi menyatakan dukungan terhadap Denmark, respons yang disampaikan tetap berhati-hati dan jauh dari konfrontatif.

Pengamat internasional menilai tindakan Amerika Serikat di Venezuela berpotensi merusak tatanan global berbasis aturan. Ian Lesser dari German Marshall Fund memperingatkan bahwa langkah tersebut dapat menjadi preseden bagi negara kuat untuk memaksakan kehendak di kawasan lain, termasuk Taiwan, Ukraina, dan Moldova.

Sementara itu, European Council on Foreign Relations menilai Eropa pada akhirnya tidak bisa terus menghindari pilihan sulit. Menurut lembaga tersebut, tekanan dari Amerika Serikat mungkin tak terelakkan, dan pertanyaannya kini adalah apakah Eropa siap mempertahankan kepentingannya sendiri saat berhadapan dengan sekutu terbesarnya.

Tags: Amerika SerikatEropamenjagaMetapos.idNicolas MaduropenangkapanrelasiVenezuela
Previous Post

Doraemon Resmi Tinggalkan RCTI Setelah Hampir Empat Dekade Menghibur Penonton Indonesia

Next Post

Evident Institute Soroti Potensi Peningkatan Disinformasi dan Kebencian pada 2026

Related Posts

Turki minta Interpol tangkap Netanyahu
Internasional

Turki Minta Interpol Tangkap Netanyahu

22 August 2026
Ribuan Robotaxi Siap Beroperasi di Las Vegas
Internasional

Cessna Tabrak Helikopter Polisi, Pilot Tewas

21 August 2026
Bocoran Spesifikasi Samsung Galaxy S26 FE
Internasional

Korut Tembakkan 10 Rudal ke Laut Jepang

21 August 2026
Utang AS Menggunung, Benarkah Amerika di Ambang Bangkrut?
Internasional

Utang AS Menggunung, Benarkah Amerika di Ambang Bangkrut?

20 August 2026
Roberto Carlos Disebut Ucap Syahadat, Benarkah Telah Memeluk Islam?
Internasional

Roberto Carlos Disebut Ucap Syahadat, Benarkah Telah Memeluk Islam?

19 August 2026
Menteri Garis Keras Israel Serukan Bunuh 30-40 Orang di Gaza Tiap Malam
Internasional

Menteri Garis Keras Israel Serukan Bunuh 30-40 Orang di Gaza Tiap Malam

18 August 2026
Next Post
Evident Institute Soroti Potensi Peningkatan Disinformasi dan Kebencian pada 2026

Evident Institute Soroti Potensi Peningkatan Disinformasi dan Kebencian pada 2026

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini